Sukses

Batuk Menahun

09 Sep 2014, 11:00 WIB
Wanita, 20 tahun.
Assalamu'alaikum... Dok, sejak kecil saya sering menderita karena penyakit batuk menahun. Setelah saya dewasa, saya baru sadar penyakit batuk yang saya derita betahun-tahun itu tidak lain karena pola makan saya yang amburadul. Hal tersebut saya ketahui karena saat saya beranjak dewasa, saya mulai memilah dan memilih makanan apa saja yang harus dan tidak harus saya makan. Alhasil batuk saya pun reda. Akan tetapi, gangguan lain pun muncul Dok. Saya sering merasa pengap dan terus-terusan berdehem. Sekarang, setiap 5 detik sekali saya berdehem. Saya jadi khawatir. Apa yang harus saya lakukan Dok? Terimakasih... Wassalamu'alaikum...

Terimakasih telah menggunakan  layanan e- konsultasi Klik Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum manjawab pertanyaan, ijinkan kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda 

Apakah batuk terus menerus? Atau hanya di malam atau pagi hari? Apakah ada sesak, demam, penurunan berat badan, keringat malam, batuk darah, nyeri dada? Apakah ada riwayat asma/alergi/ maag?

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernafasan, telinga). Batuk yang anda alami termasuk di dalam batuk kronis. Penyebab batuk kronis bermacam-macam, diantaranya adalah:

  1.  Alergi (dapat disertai keluhan bersin dipagi hari, gatal-gatal pada tubuh, sesak)
  2.  Asma
  3.  Infeksi : Tuberkulosis (TBC) ataupun infkesi micoplasma, infkesi sinus
  4.  Bronkitis (radang pada bronkus-saluran udara ke paru-paru)
  5.  GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) : Penyakit reflux biasanya disertai keluhan ada rasa panas atau terbakar di daerah ulu hati, mual, muntah ataupun kembung. 
  6. Penggunaan obat tertentu (ACE inhibitor) 
  7. Post Nasal Drip (ada cairan di belakang hidung)

Selain pemeriksaan fisik, diperlukan juga pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan pemeriksaan sputum (dahak). Jika memang sudah dilakukan pemeriksaan rontgen dan dahak dan dinyatakan bukan bronkitis maupun TBC, coba perhatikan apa pemicu batuk Anda, apakah debu, udara dingin, atau yang lainnya? Jika Anda mengetahui pemicunya dan memiliki riwayat alergi sebaiknya hindari pemicu. Untuk batuk karena alergi pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari pemicu. Anda dapat meminta opini ke dokter spesialis paru atau penyakit dalam lainnya untuk mengetahui kondisi yang Anda alami, dikarenakan dibutuhkan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan fisik yang lengkap untuk mendiagnosis penyakit Anda. 

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar