Sukses

Hasil Urinalisa & Perekrutan Pegawai

19 Oct 2014, 09:50 WIB
Wanita, 27 tahun.
Selamat sore Dokter,. mohon bantuanya saya ingin bertanya, sekarang saya sedang mengikuti proses rekruitment disalah satu perusahaan swasta dibatam, saat ini saya sedang melaksanakan medical chackup lengkap dengan biaya pribadi, dan dan hasilnya normal, tapi ada 1hal yang diminta untuk tes urine ulang lagi dan ini sudah yang ke dua kali, kata dokter perusahaan ada permasalahan pada point " Bakteri yang (+) ", dan mengakibatkan kegagalan dalam proses penerimaan.. Jadi bagaimana cara membersihkan Bakteri dalam Proses Test Urine Saya yang berikutnya ya Dok, agar pada pemeriksaan berikutnya hasil Test Urine Saya sudah Bersih atau (-) ? Saya Mohon banget bantuan Solusinya.. saya tunggu balasan dari Dokter, Terimakasih..

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan Anda saat ini adalah, hasil bakteri (+) pada urin Anda. Keadaan ini dinamakan bakteriuria yaitu merupakan kondisi dimana bakteri hadir pada urin yang seharusnya bebas dari bakteri. Ia menjadi indikator valid bahwa terdapat kolonisasi bakteri pada traktus urinaria, bakteriuria dapat bergejala maupun tidak bergejala. Hal ini merupakan indikasi telah terjadi gangguan pada infeksi saluran kemih atau ginjal. Seharusnya  hasil urinalisis yang menunjukkan adanya bakteri dengan kemungkinan infeksi saluran kemih atau gangguan ginjal tidak mempengaruhi proses penerimaan perekrutan kerja karena bersifat sementara (dapat diobati tuntas). Namun setiap perusahaan tentunya memiliki kebijakan sendiri mengenai rekrutmen pegawai baru terkait dengan posisi pekerjaan yang ada serta kondisi kesehatan calon pegawai.

Adapun yang dapat Anda lakukan sendiri sebagai tindakan pencegahan adalah:

  • Konsumsi air putih dalam jumlah banyak setiap harinya (lebih kurang 1,5-2 liter/hari)
  • Hindarilah kebiasaan menahan kemih
  • Jagalah kebersihan daerah kemaluan
  • Hindari perilaku seksual tidak sehat, seperti berhubungan bebas. Berhubungan seksual secara bebas dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan infeksi daerah kemaluan, diantaranya gonorea, sifilis, bahkan HIV AIDS.

Sebaiknya Anda melakukan konsultasi lebih lanjut secara langung dengan dokter spesialis penyakit dalam, agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan penanganan yang optimal terkait keluhan yang Anda rasakan saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga membantu. 

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar