Sukses

Alzheimer = Dementia?

18 Oct 2014, 17:39 WIB
Wanita, 74 tahun.
Selamat siang Dok... Terima kssih telah menjawab pertanyaan saya yg pertama, tp sepertinya pertanyaan yang kedua belum terjawab (saya mengirim 2x email pertanyaan), atau mungkin dalam pertanyaan kedua saya menyebutkan suatu produk? Kalau memang demikian, maafkan saya karena kurang sensitif mengenai suatu hal. Seandainya dokter berkenan, saya ingin mengajukan pertanyaan yang lain. Dok, apakah alzheimer sama dengan dementia? Mama saya, 74th, kira-kira 2 atau 3 tahun yang lalu jatuh, dahinya menghantam tembok, dahinya robek dan berdarah banyak. Setelah dijahit, dilakukan rontgent/MRI kepala. Menurut dokter bagian syaraf yang memeriksa, hasilnya bagus, dalam artian tidak ada luka atau sesuatu yg serius di otak, hanya ada memar yang akan sembuh/hilang sendiri memarnya sejalan waktu. Dokter mengatakan, memar yang terlihat di foto hasilrontgent itu adalah sesuatu yang wajar sebagai akibat kepala yang terhantam saat jatuh. Secara fisik, mama saya mungkin baik baik saja Dok, tp setelah peristiwa jatuh itu, saya perhatikan mama saya sepertinya mengalami disorientasi, suka ngaco omongan dan tingkah lakunya. Apakah mama saya terkena dementia atau alzheimer Dok? Tetapi kondisi mama saya seperti ada siklusnya Dok, biasanya setelah 2atau 3hari mengalami disorientadi, hari berikutnya sikap dan kata kata mama krmbali normal (tdk ada kondisi disorientasi). Sebagai info tambahan Dok, mama saya mempunyai riwayat penyakit diabetes, hipertensi dan parkinson. Dok tolong dijawab pertanyaan ini ya. Maaf kalau pertanyaannya agak panjang. Terima kasih Dokter.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya pertanyaan Anda pada tanggal berapa yang belum kami jawab? karena pada database kami hanya ada 1 email pertanyaan dari Anda dan telah kami jawab.

Sekilas izinkan kami membahas mengenai Alzheimer. Alzheimer merupakan salah satu bagian dari dementia. Pertama kali untuk menentukan adanya dementia perlu dilakukan konfirmasi dengan test neuropsychologi . Gejalanya termasuk adanya gangguan daya ingat dan kognitif. Gejala awal Alzheimer’s adalah gampang lupa untuk hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru , disorientasi khususnya masalah waktu dan kesulitan dalam fungsi kognitif kompleks seperti matematika atau aktifitas organisasi. Faktor resiko terjadi Alzheimer adalah Trauma kepala yang serius , penuaan , postmenopause , defisiensi estrogen , riwayat keluarga dengan genotype ApoE positif , meningkatnya homosistein serum , pengetahuan yang rendah khususnya pada perkembangan awal. Berikut faktor yang dapat mengurangi resiko Alzheimer, yaitu : Estrogen Replacement Therapy lebih awal pada masa menopause , anti inflamatory drug ( termasuk nonsteroid agent ) , antioxidant ,dan penggunaan statin.

 

Untuk dapat menentukan apakah terjadi gangguan Alzheimer pada ibu Anda, kami sarankan ibu Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh. 

 

 

Untuk informasi lengkap, kami sertakan artikel: 

 

 

 

Latih Otak, Singkirkan Demensia.

 

 

Ingin Cegah Kepikunan

 

5 Fakta & Mitos Penyakit Lupa


 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Salam,

 

 

 

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar