Sukses

Seputar Terapi Kanker Serviks

19 Oct 2014, 17:56 WIB
Wanita, 34 tahun.
dh, cely mw bertanya, apakah dgn tes darah secara keseluruhan dan tes urine jg biopsi bs mengetahui sesorang sdh terkena kanker serviks stadium 3b? apakah kanker serviks stadium 3b masih bs d sembuhkan? dgn cara ap? apa yg hrs dilakukan penderita kanker serviks stadium 3b? (misal, bedrest,dll)\. terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Apakah dengan tes darah secara keseluruhan dan tes urine juga biopsi bisa mengetahui seseorang sudah terkena kanker serviks stadium 3b?

Tes skrining kanker serviks bisa dilakukan dengan cara melakukan Pap Smear dan tes HPV. Dapat juga dengan cara biopsi jika ditemukan kasus yang mencurigakan dengan mengambil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop, namun tidak dengan tes urine.

Ada 2 tes yang terbukti efektif untuk keperluan skrining kanker serviks: 

1. Pap Smear.
Pemeriksaan pap smear bertujuan untuk mendeteksi perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker apabila tidak ditangani dengan semestinya. Tes ini dapat mengenali tahap pra-kanker. Pada tahap pra-kanker sel serviks sudah menunjukkan perubahan yang dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pewarnaan Papanicolaou. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di poliklinik atau praktek pribadi dokter.

Saat melakukan pap smear, dokter akan memasukkan alat dari logam yang disebut spekulum untuk melebarkan liang vagina. Hal ini membantu dokter mengamati vagina dan serviks, lalu mengambil sejumlah sel dan lendir di serviks dan sekitarnya. Bahan ini akan ditaruh di atas kaca obyek (pap smear konvensional) atau di dalam cairan (Liquid Based Cytology/LBC) untuk diperiksa di laboratorium. LBC adalah metode perbaikan dari pap smear konvensional dimana seluruh sel yang didapat dimasukkan ke dalam cairan sehingga tidak ada yang terbuang. Pemrosesannya menghasilkan sediaan yang lebih memudahkan ahli patologi anatomi untuk menilai dimana sel sudah tersusun rapi satu lapis dan berkumpul di tengah, dimana lendir dan darah tidak lagi mengganggu pandangan. LBC meningkatkan sensitivitas temuan tahap pra-kanker dan mengurangi angka negatif palsu pap smear konvensional. Keuntungan LBC lain adalah dengan sediaan yang sama dapat dilanjutkan ke tes HPV, sedangkan sediaan pap smear konvensional tidak bisa lanjut ke tes HPV.

2. Tes HPV
Tes ini bertujuan untuk menemukan adanya virus HPV yang dapat menyebabkan perubahan sel serviks. Infeksi HPV adalah infeksi yang umum. Sekitar 50 - 80% wanita yang telah melakukan hubungan seks pernah mendapatkan infeksi HPV pada satu titik dalam hidupnya. Namun 90% infeksi HPV berhasil disingkirkan dalam waktu 8 bulan dengan imunitas tubuh yang baik.

Apabila dokter menganjurkan tes ini bersama dengan LBC, maka tes ini dapat menggunakan bahan periksa yang sama dengan LBC tadi. Tes ini mengidentifikasi adakah virus HPV dengan teknik PCR. Teknik PCR dapat mengenali DNA virus HPV, bahkan dengan teknik hibridisasi tes HPV dapat mengenali genotype virus, baik jenis yang dapat menyebabkan kanker serviks maupun yang menyebabkan kutil kelamin. Dengan mengenali genotype virus HPV, dokter mendapat informasi apakah infeksi HPV menetap/persisten apabila ditemukan HPV genotype yang sama dalam 2 tahun berturut-turut.

Tes HPV mempunyai sensitivitas yang lebih baik daripada pap smear dalam menemukan tahap pra-kanker lanjut. Sehingga pemeriksaan HPV dapat mengkompensasi hasil negatif palsu pada pemeriksaan pap smear yang dapat terjadi akibat kesalahan pengambilan bahan periksa dan deteksinya.

Apakah kanker serviks stadium 3b masih bisa disembuhkan? dengan cara apa? apa yg harus dilakukan penderita kanker serviks stadium 3b?

Pada stadium 3, sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina dan dinding panggul. Pengobatan kanker serviks harus mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker serviks , usia penderita dan lain-lain. Memang 70% pasien kanker serviks terdiagnosa saat pasien sudah mengalami stadium lanjut.

Penanganan kanker serviks dengan cara operasi, terapi radiasi dan kemoterapi. Namun operasi dan terapi radiasi adalah 2 modalitas utama di dalam penanganan kanker leher rahim invasif. Pada umumnya, operasi terbatas pada pasien dengan stadium I dan IIA, sementara radiasi dapat dilakukan pada semua stadium dari penyakit. Kemoterapi merupakan penanganan pada pasien dengan stadium IVB atau mereka dengan kanker yang rekuren (sering kambuh) yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi. Masing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan dan dibutuhkan pemeriksaan fisik secara lengkap sebelum memutuskan terapi yang tepat untuk menangani kanker serviks stadium lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar