Sukses

Oligoasthenozoospermia

04 Sep 2014, 17:56 WIB
Wanita, 28 tahun.
selamat siang dokter.. saya langsung aja, dok. umur saya 28 th, dan suami 30 th. saya sudah menikah lbh kurang 3 thn. 5 bulan ini kami mulai rutin konsultasi k dokter fertilitas agar bs dapat anak segera. setelah di periksa melalui tes sperma, 3x tes hasilnya berubah terus,,tes 1 hanya 31 % sperma yg aktif,,tes ke 2 bulan agustus hanya 29% sperma yg aktif kemudian suami sy dikatakan astenospermia..dikasih obat profertil 1 bulan penuh..ditambah minum nature E, susu kedelai, dll. makanan yg dianjurkan untuk meningkatkan kualitas sperma.tapi pada tes yg ke 3 kemarin 3 september 2014 ternyata suami saya oligoasthenozoospermia. sperma 8-10 jt, mobilitas excellent 0%, good 3%. namun bentuk nya normal. dr. saya menganjurkan inseminasi setelah membaca hasil tes sperma suami saya. pertanyaan saya: 1. biasanya untuk kasus seperti kami, berapa lama terapi obat2 ini dilakukan, dok? 2. apakah dengan kondisi spt kami, saya bisa hamil dg normal? ataukah hanya bisa hamil dengan inseminasi? 3. kenapa setiap bulan hasil suami sy semakin kecil?bukannya ad peningkatkan malah penurunan terus?apakah kurang cocok obatnya? 4. o y dok, apakah untuk saya dan suami, diperlukan tes2 lain nya untuk mengetahui kesuburan kami? trima kasih atas perhatiannya dokter... maaf kalo pertanyaan saya kebanyakan.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami perasaan Anda dan suami. Oligospermia merupakan istilah medis yang dipakai untuk menggambarkan keadaan dimana jumlah cairan ejakulat yang dihasilkan sedikit. Istilah ini seringkali dikacaukan oleh oligozoospermia dimana jumlah spermayang dihasilkan < 20 juta / ml cairan ejakulat. Normalnya jumlah sperma berkisar antara 20 juta / ml hingga 120 juta / ml.

Jumlah sperma yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

- faktor genetik (kromosom)

- suhu tinggi

- kelainan organ reproduksi, saluran kemih dan hormon.

- kurang nutrisi dan vitamin (vitamin C, selenium, zinc, folat)

- kemoterapi, obesitas, merokok, alkohol, logam berat, dsb

- faktor psikologis: stres, panik, depresi

- faktor lingkungan: air yang tercemar

Yang dapat Anda lakukan saat ini adalah menghindari faktor-faktor di atas termasuk nutrisi dan pola hidup sehat, tetapi dalam penanganannya tetap memerlukan peran dokter spesialis andrologi. Terapi yang dipilih disesuaikan dengan penyebab, kecuali untuk faktor genetik.

Pada prinsipnya hanya dibutuhkan satu sperma dari banyak sperma yang dihasilkan untuk membuahi sel telur. Dengan jumlah sperma sedikit kemungkinan terjadinya kehamilan tentu menjadi semakin kecil, namun pada beberapa kasus (jarang) ternyata oligospermia masih dapat membuahi sel telur.

Hingga saat ini memang belum ada terapi yang terbukti sangat efektif dalam meningkatkan jumlah sperma, namun obat yang suami Anda konsumsi saat ini mengandung hormon androgen yang diyakini dapat membantu meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Frekuensi hubungan seksual yang ideal juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan kemungkinan tersebut.  

Sebetulnya tidak ada tolak ukur pasti mengenai sampai kapan dilakukan terapi tersebut, namun kami rasanya tidak ada salahnya Anda untuk menunggu hingga beberapa bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah sperma sangat beragam, misalnya faktor makanan, stress, dsb. Kami tidak dapat memastikan prognosis dari kondisi Anda dan suami karena dibutuhkan pemeriksaan fisik secara langsung. Untuk itu kami menganjurkan agar suami Anda dapat diperiksakan ke dokter spesialis andrologi guna penanganan yang optimal. 

Berikut kami sertakan beberapa artikel untuk Anda:

5 Makanan untuk Sperma Sehat

Kunyit Sebabkan Kemandulan pada Pria?

5 Hal Penyebab Sperma Sehat

Pria Obesitas, Jumlah Sperma Sedikit?

Kapan Harus Periksa Sperma?

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Sperma Buatan

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar