Sukses

Ingin Bunuh Diri, Depresi vs Bipolar

19 Oct 2014, 21:06 WIB
Wanita, 23 tahun.
malam dokter,saya viona ciptadi,umur 23 tahun,saya mau bertanya,apakah bipolar disorder itu sama dengan depresi?jika saya membaca tentang ciri-ciri bipolar disorder itu saya mengalami dan selalu ada keinginan untuk bunuh diri sejak SMP, sampai sekarang saya masih merasa minder,tidak pernah bisa mengekspresikan apa yang saya rasa dan diam serta selalu menundukkan kepala,sebab saya pernah merasakan bullying dan penyiksaan yang bisa dibilang tidak sepantasnya dialami,trims,dan mohon jawabannya

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Pertama perlu kami katakan bahwa Anda harus bersemangat dalam hidup ini, cobalah lihat berbagai aspek positif dalam kehidupan Anda.

Secara medis kondisi yang Anda alami merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

Gejala & Tanda Depresi

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)
  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Perbedaan antara depresi dengan bipolar adalah, pada gangguan Bipolar terdapat perubahan mood yang berganti ganti dari perasaan sangat bahagia berubah menjadi depresi. Sehingga pasien dapat sekali waktu merasakan seenang berlebihan atau memiliki gairah hidup berlebih (fase manik) lalu pada rentang waktu lainnya pasien dapat menunjukkan gejala depresi.

Gejala Gangguan Bipolar:

  1. Mengalami depresi, terlihat kehilangan minat, murung, cepat lelah dan menarik diri dari lingkungannya selama beberapa minggu sampai bulan. Fungsi sosialnya terganggu secara jelas

  1. Mengalami manik, yaitu peningkatan mood, berbicara cepat dan kadang-kadang loncat dari satu id eke ide lain dengan cepat, secara sadar senang menghamburkan uang walaupun tidak memiliki banyak uang, perilaku ingin menyenangkan semua orang terlihat.

 

  1. Dua hal di atas harus terjadi secara bergantian, dalam kurun waktu minggu atau bulan. Dan mengganggu fungsi sosial penderita dengan jelas, misalnya pekerjaannya terbengkalai.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah Anda kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. Bantuan atau dukungan teman sangat berarti dalam menghadapi segala masalah yang sedang Anda hadapi. 

Berikut adalah beberapa artikel yang dapat Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar