Sukses

Mual Muntah Saat Perawatan Gigi

18 Oct 2014, 06:01 WIB
Pria, 19 tahun.
Saya mau bertanya. Kemarin saya pergi ke klinik gigi mau nambal gigi saya yang keropos,tapi enggk jadi karena mulut saya sulit di buat mangap lebar karena muntah muntah bila di masuki kaca gigi.Terus saya harus bagai mana dan apa yang saya lakukan biar tidak muntah-muntah lagi bila perawatan gigi atau mau
drg. Arni Maharani

Dijawab Oleh:

drg. Arni Maharani

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Saya turut prihatin dengan kondisi yang Anda alami. Rasa mual yang terjadi merupakan reflek yang normal sebagai fungsi pertahanan tubuh terhadap benda-benda asing yang masuk kedalam mulut, menurut para ahli. Pada orang yang mual  terjadi hal-hal seperti ludah banyak keluar, jantung berdebar kencang, nafas tersendat, banyak mengeluarkan keringat dan keluar air mata. Penyebab mual tersebut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu

Mual  karena psikogenik.

Mual  dan reflek muntah tercetus karena ada rasa takut, cemas, dan rangsangan melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, khayalan.  melihat berbagai macam alat dokter gigi yang tajam, megkilat, besar dan terbuat dari logam dapat menimbulkan takut serta kecemasan yang kemudian memicu rasa mual.  Suara desingan bor gigi juga membuat orang takut serta cemas. Rasa penolakan tehadap perawatan  yang akan dilakukan pada awalnya akan memicu rasa mual namun ketika perawatan akan dilakukan dan  mulai memasukkan alat-alat kedalam mulut maka dapat terjadi tidak hanya mual tapi muntah.

Mual karena somatogenik.

Rasa mual yang terjadi diakbatkan rangsangan berupa kontak pada tempat yang sensitif. Dalam rongga mulut tempat yang sensitif biasanya pada tonsil, langit-langit  terutama bagian belakang, pangkal lidah, dinding belakang dari pharing. Selain disebakan oleh alat dan bahan dalam praktek kedokteran gigi, gigi tiruan juga dapat menjadi penyebab hal ini contohnya pada gigi tiruan yang tidak tepat designya sehingga berkontak dengan daerah-daerah sensitif tadi.

.Ketenangan dalam perawatan gigi mutlak diperlukan agar dapat menghindari masalah diatas. Diperlukan juga  kerjasama antara dokter gigi dan pasien dalam menciptakan rasa nyaman tersebut.

Demikian informasi yang dapat saya berikan semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar