Sukses

Pasca Kuretase

03 Sep 2014, 15:36 WIB
Wanita, 20 tahun.
Selamat sore dok, Saya novi( 20th ) d sby . Tahun 2013 saya menikah, dan saya hamil d awal tahun 2014. Tepat ditanggal 24 maret saya keguguran. Sehari sebelum keguguran, saya di usg dan semua normal, tidak ada kendala dan masalah yang signifikan. Tapi malam hari saya demam, dan mulai flek2 coklat.. Dan terjadilah pendarahan.. Dan keluarnya gumpalan besar. Dan dr. Bambang spog DKT menyarankan usg dan ternyata janin dalam kandungan sudah keluar, dan malamnya saya langsung menjalani proses kuretase. Setelah kuretase, selakangan kanan dan perut bawah sebelah kanan saya terasa nyeri dan panas. Saya flek darah pasca kuret cuma 2,5 minggu. saya tepat 24 april mengalami siklus haid, dan darah yang keluar amat sangat banyak, setelah itu bulan berikutnya saya haid lagi 25 mei, 26 juni, 27 juli, 28 agustus, dan 29 agustus.. Pasca kuretase, saya sering keputihan, dan tiap bulan haid saya mundur 1 hari.. Tapi di waktu haid normal 7 hari.. Pasca kuretase sesekali perut bawah agak bengkak dan cenut2. Dan terkadang, maaf, di sekitar selakangan kanan saya nyeri.. Dan tiap haid, darah yang keluar banyak, warnanya merah kehitam2an dan kental, dan di hari k 1 sampai k 3 haid,, terdapat gumpalan2 darah kecil2.. Di sertai nyeri.. Tapi setelah 2 atau 3 hari haid berlangsung, darah yang keluar normal dan tidak nyeri lagi. Apa bahaya dok.?? Saya juga ingin hamil lagi.. Mohon solusinya dok.. Terima kasih

 

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami mengerti kehkawatiran yang Anda rasakan. Perubahan menstruasi umum terjadi, salah satu penyebabnya adalah hormonal. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari.  Jumlah haid normal memang paling banyak pada hari 1-3.Darah haid yang berwarna kecoklatan dan kehitaman (merah pekat dan ada gumpalan darah) merupakan darah haid yang mengandung sel darah yang lebih lama (bukan sel darah merah segar) karena tertahan di dalam rahim dan tidak segera dikeluarkan (biasanya pada wanita yang siklus haidnya mundur). Jika Anda merasakan keluhan haid Anda cukup menganggu sebaikny Anda memeriksakan kondisi Anda ke dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti USG untuk mendapatkan penatalaksanaan yang optimal.

Berikut adalah beberapa info terkait massa pasca kuretase yang mungkin berguna untuk Anda.

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan).
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar