Sukses

BAB Bayi

04 Sep 2014, 21:22 WIB
Pria, 33 tahun.
Salam sehat dokter Dok, bayi kami udah 6 hari ini tidak BAB (umur 5 minggu). sebelumnya sampai belasan kali dalam sehari dalam jumlah yang sangat sedikit, ini terjadi setelah istri minum obat (ramuan orang tua) yang katanya bermanfaat agar anak tidak terlalu sering BAB. istri hanya 2 kali minum obat tersebut, setelah minum obat tersebut bayi kami baru BAB setelah 4 hari kemudian, BAB nya agak kental tidak cair. Nah, ini udah masuk hari ke 6 tapi belum BAB juga, apakah hal itu normal dok? si kecil sepertinya biasa-biasa saja (tidak ada tanda-tanda sembelit) senyum dan nangis seperti biasa. oia dok, bayi kami hanya minum ASI dan berat badan sudah tambah 1 kg dari berat lahirnya 3,6 kg. terima kasih dok atas tanggapanya.

 Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Bayi Anda selama ini mengkonsumsi ASI atau Susu formula? karena apa yang dikonsumsi menentukan frekuensi terjadinya BAB.

Selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel maka Anda tidak perlu khawatir. Jika bayi Anda mengkonsumsi ASI, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk ASI dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi jadi terkadang bayi ASI tidak BAB selama beberapa hari. Sedangkan bayi dengan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Yang harus diperhatikan adalah keluhan-keluhan yang dialami bayi yang menyertai perubahan pola BAB-nya tersebut.

Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi Anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter anak. Penurunan frekuensi BAB pada bayi seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras. Namun demikian, penurunan frekuensi BAB pada bayi dapat juga terjadi akibat kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga dapat bermanfaat. (EA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar