Sukses

Haid Tidak Berhenti Hampir 3 Bulan

20 Oct 2014, 01:15 WIB
Wanita, 20 tahun.
selamat pagi dok, dok, saya ingin menanyakan masalah seputar haid yang saya halami hampir 3 bulan tdak berhenti dan 1 minggu belakangan ini haid saya sampai keluar daging berupa darah yang lumayan banyak keluar, saya sudah memeriksakan ke dokter spesialis tapi hanya di bilang hormon dan stress, yang mau saya tanyakan apakah berpengaruh pada kandungan atau apa saya bisa memiliki anak. terima kasih

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Bagaimana dengan siklus haid Anda sebelumnya, apakah teratur? Apakah keluhan ini pertama kali Anda rasakan? Seberapa banyak darah haid tersebut (berapa kali harus mengganti pembalut)? Obat apakah yang ibu Anda minum? Apakah di antara siklus haid nya ia mengalami flek-flek atau haid dengan darah yang banyak? Apakah Anda merasakan nyeri pada perutnya? Apakah saat ini sedang menggunakan alat kontrasepsi?

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Jika waktu keluarnya darah haid menjadi lebih panjang dari waktu normal disebut dengan menoragi. Sedangkan jika siklus menstruasi terjadi dalam interval yang tidak teratur atau menjadi lebih sering, disebut dengan metroragi. Jika mengalami waktu haid yang memanjang disertai dengan siklus tidak teratur maka disebut dengan menometroragi.

Pada wanita usia muda, metroragi memang umumnya disebabkan oleh gangguan hormonal. Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Kegemukan/ pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atleta
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Dan lain sebagainya

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

  1. Kelainan organik : 
    • Infeksi saluran reporduksi
    • Gangguan pembekuan darah, misal : von willebrand disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
    • Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
  2. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
  3. Kelainan anatomi rahim seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
  4. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatan antikoagulan

Pengobatan menoragia sangat tergantung pada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia disebabkan oleh kelainan hormonal, dapat diberikan terapi hormonal berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pil progesteron. Menoragia yang disebabkan oleh mioma dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi.

Haid yang lama dapat menyebabkan komplikasi seperti Anemia. Jika keluhan Anda tidak juga mereda, kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan yang lebih mendetil sehingga penyebab keluhan Anda dapat segera diketahui dan Anda dapat segera mendapatkan penanangan yang sesuai.

Berikut kami lampirkan artikel:

10 Gejala Anemia Karena Haid yang Banyak

Ketika Haid Terlalu Banyak

7 Penyebab Haid Tidak Teratur

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar