Sukses

Mioma Uteri

29 Aug 2014, 14:43 WIB
Pria, 22 tahun.
bagaimana gejala enyakit miom itu ?

 Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  2. Perut terasa penuh dan membesar
  3. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Apakah setelah operasi tidak mempengaruhi/ tidak bisa mengadung lagi?

Penelitian menyatakan 50% wanita yang sudah mengalami operasi miom dapat hamil.  Bila haid teratur pasca operasi kemungkinan hamil tetap ada. Konsultasikan selalu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Apakah ada pantangan makanan?

Tidak ada makanan tertentu yang harus dipantang untuk penderita miom. Namun tetap harus diperhatikan nilai gizi yang terkandung pada setiap makanan yang kita makan. Makanlah makanan yang sehat, banyak makan sayur dan buah, hindari makanan tinggi lemak dan gula untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari berbagai penyakit.

Kami menyarankan agar Anda mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah perlu diambil saat ini.

Kami lampirkan artikel mioma untuk Anda baca:

Mioma Uteri

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar