Sukses

Serangan Jantung, Koma, & Pemasangan Ring

28 Aug 2014, 21:30 WIB
Wanita, 45 tahun.
Selamat malam.. Dokter saya mau tanya masalah bedah jantung atau pemasangan ring, sebelumnya saya mau menceritakan kalau ibu dari teman saya sedang koma karena serangan jantung dan dokter menyarankan untuk bedah jantung atau pemasangan ring, yg ingin saya tanyakan apa penyebab koma itu dok ? Lalu apakah dg pemasangan ring bisa lebih baik dan menyadarkan dari koma ? Selain pemasangan ring itu apa ada tindakan lain agar sadar dari koma dok ? Itu saja pertanyaan saya.. Makasih dokter :)

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami ibu dari teman Anda. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Dalam istilah medis serangan jantung dikenal sebagai Infark Miokard. “Infark” berarti kematian jaringan dan sel akibat berkurangnya aliran oksigen, “mio” adalah otot, dan “kardial” merupakan sebutan medis untuk jantung. Sehingga serangan jantung dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana berkurangnya aliran darah ke jantung secara tiba-tiba, seringkali disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah koroner. Penyumbatan terjadi secara tiba-tiba bukan perlahan sedikit demi sedikit. Oleh karena terjadi secara tiba-tiba maka disebut sebagai suatu serangan.

Serangan jantung merupakan suatu keadaan yang serius dan mengancam nyawa. Penyumbatan total pada pembuluh darah akan menyebabkan otot jantung merasa “kelaparan”, karena berkuranganya asupan makanan dalam hal ini oksigen. Seringkali hal ini menyebabkan denyut jantung yang ireguler atau tidak teratur dan selanjutnya menyebabkan penurunan fungsi pompa jantung. Dalam waktu singkat dapat terjadi kematian sel-sel otot jantung. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada otot jantung. 

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama serangan jantung. PJK merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah koroner yang membawa asupan makanan ke jantung tersumbat oleh tumpukan kolesterol. Tumpukan ini secara medis disebut plak. Saat terjadi serangan jantung, plak robek. Robekan plak menyebabkan penggumpalan pembuluh darah di sekitar robekan, nah penggumpalan ini yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya PJK.  Faktor-faktor resiko ini ada yang bisa diubah dan ada yang tidak dapat diubah. Faktor resiko yang dapat diubah meliputi kebiasaan merokok, kebiasaan makan, kurangnya olahraga, obesitas, diabetes serta konsumsi alkohol. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dirubah antara lain usia, riwayat keluarga dan etnis.

Koma seringkali terjadi pada pasien serangan jantung yang mengalami henti jantung dan setelah dilakukan resusitasi jantung paru denyut jantungnya kembali. Henti jantung tersebut menyebabkan tidak adanya suplai oksigen ke seluruh tubuh, semakin lama kembalinya denyut jantung pada pasien henti jantung semakin buruk pula prognosisnya. 

Pemasangan ring (PCI/  Percutaneus Coronary Intervention) maupun pembedahan jantung (Coronary Artery Bypass Grafting/CABG) pada intinya bertujuan untuk menangani penyempitan pada pembuluh darah jantung sehingga dapat membebaskan pembuluh darah dari sumbatan yang menyebabkan serangan jantung, diharapkan oksigen dan nutrisi dapat mengalir dengan baik setelah dilakukan intervensi. Sehingga intervensi pemasangan ring dan bedah jantung merupakan pilihan terbaik terlebih untuk mencegah kekambuhan serangan jantung.

 

Perubahan gaya hidup sangat disarankan pada pendrita PJK. Gaya hidup yang dimaksud adalah mengkonsumsi makanan yang sehat, mengkonsumsi anti-oksidant (vitamin C, E dan Beta Karoten), olahraga sedang (paling tidak 15-20 menit setiap harinya), cukup istirahat, menghindari rokok dan alkohol, banyak konsumsi air putih serta menghindari stres. 

Satu hal lagi yang penting adalah rutin melakukan pemeriksaan 6 bulan -1 tahun sekali ke dokter jantung dan juga memeriksa ekanan darah, kadar kolestrol, gula, ginjal, dan asam urat. Kalau di usia 50 tahun juga tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan EKG jantung. Obat yang diberikan oleh dokter jantung pun harus rajin dikonsumsi.

Tetap komunikasikan segala sesuatu kepada dokter yang menagani ibu dari teman Anda sehingga dapat dicapai suatu kesepakatan terbaik untuk tatalaksana penyakit ibu teman Anda.

Kami sertakan beberapa artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi yang kami dapat berikan, semoga bermanfaat (AAS)

Salam, 

Tim Redaksi Klik Dokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar