Sukses

Penanganan Adenomiosis & Ingin Hamil

19 Oct 2014, 17:20 WIB
Wanita, 28 tahun.
sore dok..saya mempunyai adenomiosis ukurannya sudah mengecil sekitar 1,2cm dari 3,8cm tapi sudah 4thn tak kunjung hamil..hasil pap smear,prolactin dll semuanya normal tp dr usg terakhir bln juni sya suspect pco dan diberi glucophage 1x1 selama 3bln oleh DSOG saya,yg saya mau tanyakan adenomiosis bs menurunkan kesuburan ya dok??DSOG saya menyarankan LOD jika blm hamil juga mengingat usia pernikahan kami sdh masuk thn ke 4.. regard

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sekilas kami akan membahas mengenai adenomiosis. Adenomiosis adalah suatu keadaan dimana jaringan yang melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh di dalam dinding rahim (myomterium). Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan alami untuk penderita adenimiosis. Gejala khas adenomiosis adalah adanya pembesaran rahim, nyeri panggul dan menstruasi dalam jumlah banyak. Adenomiosis memang dapat menganggu kesuburan. 

Penanganan adenomiosis yang dilakukan adalah dengan pemberian obat hormon atau melakukan tindakan invasif seperti pengangkatan rahim. Sedangkan terapi Laparoscopic ovarian drilling (LOD) yaitu operasi sederhana yang menggunakan laser/panas untuk menghancurkan jaringan ovarium yang memproduksi androgen, seperti testosteron.

Sekilas izinkan kami membahas mengenai sindroma polikistik ovarium. Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya. 

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS juga dapat mempengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan terapi yang optimal. 

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)
Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar