Sukses

Temper Tantrum

14 Dec 2015, 09:03 WIB
Wanita, 30 tahun.

Dok, anak saya umur 2,7th dia kalau lagi tantrum suka membenturkan kepalanya ke benda2 yg ada di depanya.yg ingin saya tanyakan itu bahaya ga secara medis,kalau menurut psikologi itu ada kelainan ga?bagaimana cara menghilangkan kebiasaan itu? Mohon jawabanya ,terima kasih

 Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Saat mengalami temper tantrum, anak menunjukkan timbulnya emosi berupa amarah maupun emosi lainnya secara tiba-tiba, tanpa direncanakan. Hal ini bukan hanya untuk cara untuk mendapatkan perhatian. Anak akan menangis, berteriak, menghentak-hentakkan lengan dan tungkainya umumnya selama 30 detik hingga 2 menit. Kadang temper tantrum berlangsung lebih lama dan lebih "heboh" ditunjukkan dengan tindakan memukul, menggigit, dan mencubit.  Tindakan-tindakan ini tentunya dapat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius. Jika anak Anda sering membenturkan kepala tentunya hal tersebut akan membahayakan dirinya, sebaiknya Anda membawa anak Anda untuk berkonsultasi ke spesialis anak agar dapat dilakukan pemeriksaan.

Berikut penjelasan kami selengkapnya. Silakan klik next untuk melanjutkan.

Temper Tantrum

Temper tantrum terutama ditemukan pada anak berusia 1 - 4 tahun. Sebuah tantrum merupakan respon normal ketika sesuatu memblok anak dari mendapatkan kebebasan atau mempelajari keahlian tertentu. Anak mungkin belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan amarah dan rasa frustasinya dengan cara lain. Sebagai contoh, temper tantrum dapat terjadi ketika seorang anak mengalami frustasi saat mencoba mengancingkan bajunya atau saat ia masih ingin bangun ketika waktu tidur tiba. 

Beberapa anak memiliki kecenderungan untuk mengalami temper tantrum lebih tinggi dibandingkan anak lain. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi antara lain:

  • Seberapa lelah anak tersebut

  • Usia anak

  • Tingkat stres anak

  • Apakah anak memiliki masalah fisik, mental, maupun emosional lain

Sikap orangtua juga berpengaruh. Anak akan mengalami temper tantrum ketika oranguta bereaksi terlalu keras terhadap sikap buruk anak atau justru mengalah terhadap permintaan anak. Mengabaikan tantrum dan menolong anak untuk belajar menghadapi rasa amarah dan frustasi merupakan cara yang baik untuk menangani tantrum. Perhatikan apa yang biasanya mencetuskan tantrum.

Ibu dapat menggunakan time-out pada anak berusia 2 tahun atau lebih yang sering mengalami tantrum. Sebuah time-out mengeluarkan anak dari situasi yang mencetuskan tantrum tersebut dan memberikannya kesempatan untuk kembali tenang. Tindakan ini juga mengajarkan anak bahwa temper tantrum merupakan sikap yang tidak bisa ditoleransi. 

Temper tantrum akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia anak. Anak akan belajar cara yang sehat untuk menghadapi emosi kuat yang dapat berujung ke temper tantrum. Jika setelah usia 4 tahun anak masih mengalami tantrum, anak perlu belajar menghadapi emosinya. Jika hal ini berlanjut sampai usia sekolah, tantrum dapat menjadi tanda masalah lain seperti masalah belajar atau masalah bergaul dengan teman sekolah. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(AAS)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar