Sukses

Mengajarkan Toilet Training pada Anak

28 Aug 2014, 22:20 WIB
Wanita, 31 tahun.
Dok, bgmn cara spy ank sy bs BAB sendiri di WC, karna stp kali mw BAB slalu berdahli lalu sembunyi, terkadang stp ditanya mw BAB, pasti jawabanny TIDAK, ternyata uda BAB di celana atau sdh jatuh di lantai.. Terimakasih dok

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Masa peralihan dari popok ke toilet memang perubahan yang besar bagi Anak dan merupakan sesuatu yang harus dipelajari. Selain perubahan kebiasaan juga terjadi perubahan psikologis yang signifikan pada Anak. Toilet training adalah suatu proses melatih anak untuk buang air kecil atau buang air besar di toilet. Toilet training membutuhkan bimbingan yang intens, waktu dan kesabaran. Pada umumnya anak siap untuk toilet training pada usia 2 tahun.

Kapan toilet training dimulai?

  • Setelah anak siap, tandanya:
    • otot-otot kandung kemih mulai dapat mengontrol buang air kecil, biasanya saat anak berusia 18 bulan - 24 bulan
    • dapat mengikuti perintah sederhana seperti meminta untuk melepas baju
    • dapat duduk tegak
    • dapat mengerti kata "toilet", "kencing", "berak"
    • dapat membuka dan menarikk celana
    • anak sudah memiliki keinginan untuk buang air kecil/besar di toilet
  • Biasakan kegiatan kamar mandi.
    • Mulai kenalkan dan biasakan ia BAK dan BAB di pispot atau potty chair. Ajak ia ketika Anda menggunakan toilet supaya ia memahami perlunya toilet. Ceritakan secara sederhana cara BAK dan BAB serta proses memakai pispot atau toilet.
  • Berikan anak dukungan dan minta ia memberitahu kepada Anda saat ia merasa ingin BAB atau BAK
  • Atur jadwal.
    • Perhatikan kebiasaan BAK dan BAB anak Anda, misalnya ia biasa BAB jam 8 pagi dan BAK setiap 3 jam sekali. Hal ini akan memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yang tepat.
  • Berikan pujian setiap kali anak telah sukses melakukan toilet training
  • Bersabarlah, semua butuh waktu. Respons anak terhadap toilet training beragam, ada yang cepat, ada yang butuh berbulan-bulan. Jangan memarahi anak jika ia tidak mengikuti perintah dengan baik.
  • Betelah berhasil, gantila popok dengan celana berbahan katun. Hal ini akan membuat anak merasa sudah besar dan bangga.

Jika dalam beberapa minggu belum berhasil, mungkin anak Anda belum siap untuk toilet training, coba lagi minggu berikutnya. Jika anak Anda ketakutan dengan flush WC cobalah untuk menyiram dan membersihkan sisa kotoran dengan menggunakan gayung. Buatlah cerita bahwa suara air tersebut bukanlah sesuatu yang menakutkan. 

Berikan anak waktu dan biarkan dia menjalani proses belajar tersebut sesuai kemampuannya. Anak akan belajar setahap demi setahap, kesabaran akan membuahkan hasil yang baik. Semoga berhasil!

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar