Sukses

Ingin Hamil Segera dan Seputar Toksoplasma

25 Aug 2014, 19:18 WIB
Wanita, 2 tahun.
Saya wanita dengan usaha jual beli kucing (peternak) Saya takutkan apabila saya tidak bisa hamil akibat toxoplasma. Maka dari itu saya stop berbisnis hewan. Yg saya ingin tanyakan apa solusi nya untuk bisa mendapat peluang hamil 99% selama 2thun sebelum saya menikah.? Apa yg harus saya lalukan? Karna saya tidak mau mengecewakan calon suami saya. Saya takut terkena toxoplasma. Apabila say positif toxoplasma apa ada jalan keluar atau obat nya sebelum saya menikah dok ?????
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.

Apabila telah memenuhi kriteria infertilitas primer di atas, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, baik dari pihak suami maupun istri. Jika Anda sudah menjalankan pemeriksaan USG rahim, terdapat pemeriksaan lain seperti HSG ataupun kadar hormon. Namun tentunya kedua jenis hormon tersebut dilakukan jika diperlukan dan jika dicurigai adanya kelainan yang mengarah kesana. Selain Anda, suami Anda juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Selain beragam pemeriksaan untuk mengetahui kesehatan organ reproduksi Anda dan suami, tentunya yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari.

Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio

Berikut adalah beberapa artikel Kami yang dapat Anda akses terkait persiapan kehamilan pada pasangan suami-istri:

Merencanakan Kehamilan 

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Resiko Hamil Setelah Usia 35?

Inilah Penyebab Sulitnya Hamil

Wanita Kegemukan Cenderung Tidak Subur

Manusia dapat terus berusaha, sambil terus memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk pertolongan-Nya. Jika anda ingin melakukan pengecekan langsung terhadap kesehatan reproduksi anda maka seorang wanita dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sementara seorang pria dapat berkonsultasi dengan dokter urologi atau andrologi. 

Infeksi Toksoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya menggunakan hewan kucing sebagai inang utamanya (hospes definitif) di samping hewan-hewan lain jenis mamalia dan burung  yang mungkin terinfeksi.  

Toksoplasma memiliki beberapa cara untuk masuk ke dalam tubuh Anda, yaitu :

  • Secara tidak sengaja menelan tinja kucing yang mengandung telur toxoplasma. Umumnya cara ini tidak disadari, misalnya makan dengan tangan yang telah terkontaminasi sehabis berkebun, membersihkan tempat makan kucing atau barang-barang lain yang sudah terkontaminasi
  • Mengonsumsi daging hewan yang terlah terkontaminasi dan tidak dimasak secara matang
  • Mengonsumsi air yang telah terkontaminasi

Untuk menghindari faktor risiko tertular toksoplasma, yang dapat anda lakukan adalah :

  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang
  • Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
  • Hindari kontak tangan dengan tanah atau gunakan sarung tangan karet bila akan berkebun
  • Cuci tangan segera setelah berkebun atau berkontak dengan tanah
  • Jika Anda memelihara kucing, jaga kebersihannya, jangan biarkan kucing anda berkeliaran di luar rumah
  • Apabila anda merencanakan kehamilan, mintalah anggota keluarga lain untuk membantu Anda membersihkan kucing Anda termasuk memandikannya, mencuci kandang, tempat makannya, dan menggunakan sarung tangan plastik untuk membersihkan kotorannya

 

Pemeriksaan toksoplasma dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan  TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes). Sebaiknya toksoplasma diperiksa pada kehamilan trimester pertama agar apabila terdeteksi terdapat TORCH dapat segera ditangani. TORCH dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Tidak ada salahnya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda sebelum melakukan tes TORCH.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar