Sukses

Sering Masuk Angin dan Sakit Kepala

23 Aug 2014, 14:02 WIB
Wanita, 17 tahun.
Dok,sy masih sekolah kelas 12 SMA. sejak kecil daya tahan tubuh sy kurang bagus,sy selalu sakit2an.hal ini berlanjut ketika sy masuk sekolah, hampir.setiap hari sy sakit,sehingga seringkali saya tidak sekolah. Penyakitny mirip.dg masuk angin paling parah sy tdk bisa menelan sampai harus makan penambah nutrisi yg bentuknya kaya bubur. Sampai di SMA gejala makin parah. Saya memang sekolah ditempat yg menuntut banyak kegiatan dan aktivitas otak, 2 tahun lalu selama 2mnggu badan lemas dan tak berdaya lalu ketika masuk sekolah sy sakit lagi. Akhirnya sy periksa ke dokter umum, waktu.itu dokter sempat berhenti memriksa karena kaget tekanan drah saya150/120 pd saat itu sy dokter bilang ini typhus. Beberapa bulan setelah itu sy masih sakit dan sy periksa ke dokter syaraf . Katnya sy hanya butuh istirahat dan tidak boleh di ruangan berAC lalu diberi semacam obat penenang yg apabila sy minum akan tertidur. Sy juga akhir2 ini suka pikun. Oiya dok sakit sy ini dr ujung kepala,gusi,gigi,rahang sampai pundak. Sy juga pernah mengalami patah pada 2 gigi depan kemudian gigi ini dilaser setelah dilaser ada dua benjolan semacam sariawan diatas gusinya Sebetulnya sy jg minus 5 dan 6. Apa mungkin ini dari syaraf mata juga?atau hanya beban psikis karena terlalu banyak berpikir?apa penyakit ini bisa menurunkan fungsi otak?apa yg harus sy lakukan agar tidak sakit lagi? Sy juga sudah periksa ke dokter penyakit dalm dan hasilnya typhus td

Terima kasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Untuk mendapatkan kondisi yang sehat dan fit, Anda perlu untuk menjalankan pola hidup sehat dengan:

  1. Makan teratur (3x/hari)
  2. Istirahat cukup (tidur dan bangun teratur, tidak bergadang)
  3. Olahraga (3-4x/minggu, @30 menit)
  4. Tidak merokok
  5. Bila memiliki maag maka kurangi makan pedas, asam, dan kopi
  6. Jalani hidup dengan santai dan hindari stress

Makan pagi merupakan makan paling penting yang menunjang energi Anda seharian. Makan pagi tidak perlu terlalu berat, cukup roti dan susu. Apabila tidak sempat maka energen sereal dan jus ataupun biskuit sudah cukup. Selalu membawa makanan cemilah di tas Anda, seperti biskuit atau crackers yang sebaiknya dimakan diantara selang waktu makan (misal pukul 10 pagi, pukul 4 sore, dan pukul 10 malam).

Seandainya Anda tidak sempat makan nasi di malam hari, usahakan ada makanan kecil yang mengandung karbohidrat ataupun roti. Buah pun dapat menjadi pengganti makanan yang sangat baik. Tentunya berat badan Anda tidak akan naik mengingat pola makan Anda yang hanya sekali sehari dan tidak teratur.

Kesibukan Anda akan menguras tenaga yang hanya bisa digantikan melalui makanan yang Anda konsumsi. Dikhawatirkan apabila pola hidup Anda seperti ini terus maka kemungkinan kondisi Anda bisa drop atau jatuh sakit dan gastritis atau peradangan lambung (maag) karena peningkatan asam lambung akibat makan yang tidak teratur dapat terjadi.

Menyikapi keluhan sakit kepala yang Anda rasakan, perlu diketahui bahwa sakit kepala umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh pola makan tidak teratur, kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.  Sedangkan keluhan pusing biasanya disebabkan oleh vertigo.

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH).  Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Sekitar 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki) beberapa saat sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura (migrain klasik).

Untuk memastikan diagnosis dan bahaya atau tidaknya keluhan Anda, kami sarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis syaraf untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (DNE)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar