Sukses

Seputar Caesar

18 Oct 2014, 13:18 WIB
Wanita, 27 tahun.
Dok saya mau tanya lg, saya habis secar n anak saya hanya bertahan 12 hari, kata dokter kandungan saya kmaren "klu mau hamil lagi paling enggak tunggu 6bln dulu, itupun nantinya lahir harus secar lagi", yg ingin saya tanyakan 1. apakah aman jika saya hamil sebelum 6bln pasca secar? Ya meskipun nantinya harus secar lg... 2. KB jenis apakah kira2 yang cocok untuk saya? Ataukah menggunakan kondom jauh lebih baik? 3. Pasca secar 24 hari darah nifas saya putih kekuningan seperti keputihan tapi bedanya ini jauh lebih banyak, apakah itu tanda masa nifas saya udah berhenti? Jika belum, apakah tnda2 nifas sudah berhenti? maaf Dok jika pertanyaan saya kebanyakan... Semoga Dokter selalu dilimpahkan kebaikan... Amiin....

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. 

1. Apakah aman jika saya hamil sebelum 6 bulan pasca caesar?

Tidak aman. Menurut penelitian memang diperlukan jarak aman dengan kurun waktu 18 - 25 bulan untuk dapat hamil lagi setelah operasi caesar. Karena jika terjadi kurang dari waktu itu diperkirakan akan terjadi resiko robekan rahim. Akan tetapi kehamilan pada bekas operasi caesar tergolong aman jika memerhatikan pemantauan saat persalinan (Ante Natal Care). 

2. KB jenis apakah kira2 yang cocok untuk saya? Ataukah menggunakan kondom jauh lebih baik?

Pemilihan kontrasepsi yang terbaik ditentukan dari karakteristik setiap pengguna, tentu harus diketahui riwayat medis Anda secara lebih lengkap untuk memberikan rekomendasi yang tepat. Namun izinkan kami menjelaskan berbagai keuntungan dan kerugian dari berbagai pilihan kontrasepsi. Untuk mencegah kehamilan terdapat beberapa jenis kontrasepsi, yang lebih sesuai untuk usia produktif yang mengharapkan 

 

kontrasepsi jangka pendek

 antara lain:

 

  • kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan
  • barrier (penghalang)

 

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi hormon estrogen-progesteron maupun pil progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Haid tidak teratur memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain: 

  • Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
  • Rasa nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Rasa kembung
  • Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita. Untuk itu, kami sarankan Anda dapat terus mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda. Dan melihat kondisi keputihan yang Anda alami apakah keputihan fisioligis atau yang patologis.

 

3. Pasca caesar 24 hari darah nifas saya putih kekuningan seperti keputihan tapi bedanya ini jauh lebih banyak, apakah itu tanda masa nifas saya udah berhenti? Jika belum, apakah tnda2 nifas sudah berhenti?

Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan hingga alat-alat kandungannya kembali seperti sebelum hamil. Masa nifas ini berlangsung kira-kira 6-12 minggu. Darah yang keluar di masa nifas merupakan pembersihan terhadap sisa-sisa kehamilan. Pada umumnya keluar sampai jangka waktu 40 hari. Setelah masa nifas selesai, diperkirakan fungsi alat-alat reproduksi telah normal kembali seperti sebelum hamil, karena itu menstruasi sudah dapat terjadi lagi.

Pada wanita yang tidak memberikan ASI kepada bayinya, 80% akan mendapatkan menstruasinya kemabali dalam dalam 20 minggu setelah melahirkan. Pada wanita yang memberikan ASI kepada bayinya, proses kembalinya menstruasi akan berlangsung lebih lambat. Meskipun demikian, tidak menyingkirkan pula bahwa seorang wanita dapat mengalami menstruasi kembali dalam 1 bulan setelah melahirkan, karena proses menstruasi diatur oleh kadar hormon di dalam tubuh dan hal ini berbeda-beda pada setiap orang.

Adapun darah nifas yang keluar sebenarnya dibedakan menjadi 4 tahap yang secara berurutan, yaitu:

  1. lokia rubra ( berwarna merah berisi darah segar, jaringan sisa plasenta, dsb) sekitar 1 minggu
  2. lokia sanguelenta (berwarna merah dan berlendir) sekitar 1-2 minggu
  3. lokia serosa (berwarna kekuningan) selama 2 minggu, dan
  4. lokia alba (berwarna putih biasa dan bening) sekitar 6 minggu. Lokia alba merupakan darah nifas yang terakhir keluar, menandakan tahap pemulihan dan hampir berakhirnya masa nifas.

Pada beberapa perempuan ( 13%), lokia dapat keluar hingga 60 hari setelah melahirkan.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari.

 

Jika yang terjadi adalah perdarahan terus menerus, sebaiknya Anda kontrol ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk deteksi segera dan penanganan optimal

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar