Sukses

Tekanan Darah Tinggi & Angin Duduk

21 Aug 2014, 19:40 WIB
Wanita, 25 tahun.
mau nanya nih dokter, sekitar 2 bulan yg lalu saya pernah iseng2 pergi ke dokter karena kbetulan telapak tangan dan kaki saya sering berkeringat. hal itu sih sudah saya alami sejak saya SD. tekanan darah di ukur ternyata lumayan tinggi utk org seusia saya yaitu 150/120 . dokternya saranin saya untuk segera pergi ke dokter spesialis penyakit dalam, dalam hati kok jd serius bgini. seminggu kmudian saya ke dokter sp pnyakit dalam, tekanan darah masih tinggi, lalu saya di suruh ecocardiography (hasilnya cukup bagus), foto thorax (hasilnya cukup bagus), cek hormon, cek fungsi hati, hematologi yg menurut keterangan dokternya tidak ada yg perlu di khwatirkan. saya di kasih obat lambung, obat hapsen dan di sarankan untuk berdiet dan donor darah. tapi masalah lain timbul sekitar 2 bulan yg lalu saya pernah kecelakaan motor tapi ga sampai luka2 parah memang, 3 minggu kemudian saya jd sering merasakan dada bagian tengah sakit seperti tertekan dan menjalar sampai ke punggung sebelah kanan, awalnya saya kira itu akibat jatuh naik motor jadi saya pergi ke tukang pijat. perasaan saya enakan tapi sampai sekarang rasa sakit di dada itu masih sering muncul dan sekarang saya jadi sering bersendawa. nah pertanyaan saya dok: 1. apa kira2 penyakit yg saya alami dok? 2. apa mungkin saya terkena angin duduk dok? saya mohon sarannya dokter,.. terimakasih.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan yang Anda ajukan.

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Yang dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.

Tekanan darah adalah menunjukkan keadaan di mana tekanan yang dikenakan oleh darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukkan dengan angka seperti berikut - 120 /80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan pada pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi. Disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi. Disebut dengan tekanan diastolik. Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan duduk atau berbaring.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal..Tanpa melihat usia atau jenis kelamin ,semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.

Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Target kerusakan organ akibat Hipertensi antara lain:

 

  • Otak : menyebabkan stroke
  • Mata : menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan
  • Jantung : menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung
  • Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal

Langkah awal terpenting adalah agar menurunkan tekanan darah anda dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok. dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter. Selain itu dianjurkan juga untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dengan panel evaluasi awal hipertensi atau panel hidup sehat dengan hipertensi.

2. Tentang Nyeri Dada

Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh jantung. Keluhan seperti yang Anda sebutkan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan nyeri dada yang  Anda rasakan? 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. 

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang: biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri akan membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Nyeri karena saluran pencernaan: biasanya karena maag/GERD. Gejala berupa rasa asam atau pahit di mulut dan nyeri ulu hati. Nyeri ini berkurang dengan pemberiaan obat lambung atau maag.
  • Nyeri dada karena masalah psikologis

Masih belum dapat disingkirkan penyebab nyeri dada Anda adalah akibat trauma di bagian dada. Cedera pada otot dan tulang rusuk dada dapat menimbulkan keluhan nyeri. Sebaiknya anda melakukan rontgen thorax (dada) ulang untuk menyingkirkan trauma sebagai penyebab nyeri dada Anda. Kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan seperti rekam jantung (EKG) untu menyingkirkan penyebab nyeri dada akibat jantung sehingga Anda akan mendapatkan terapi optimal. 

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar