Sukses

Iritasi Penis Setelah Berhubungan Seksual

20 Oct 2014, 05:15 WIB
Pria, 23 tahun.
Dok saya pria umur 23 tahun, saya mempunyai pasangan, ketika saya berhubungan intim dengannya, ke esokan harinya bagian leher penis saya iritasi, dan perih, itu terjadi jika saya berhbungan intim sama dia, sebelumnya dia mengalami keputihan, saya sudah anjurkan dia utk membeli obat keputihan yg di jual bebas, namun tetap saja dok keputihannya tdk kunjung sembuj dan jika saya berhubungan intim dgnnya penis saya iritasi. Terima kasih dok, di tunggu jawabannya.

 Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Selain keluhan perih dan iritasi apakah Anda memiliki keluhan lain? Apakah terdapat cairan seperti nanah yang keluar dari penis Anda? Apakah terdapat keluhan nyeri berkemih?

Iritasi pada leher penis dapat disebabkan oleh adanya perlukaan, hal ini dapat disebabkan oleh adanya trauma pada penis, gesekan celana yang terlalu ketat. Penyebab tersering dari iritasi leher penis adalah infeksi menular seksual.

Infeksi Menular Seksual pada pria maupun wanita dapat dengan mudah dikenali lewat 3 gejala:

  1. Duh tubuh: cairan yang keluar dari kemaluan yang tidak normal. Pada wanita biasanya disebut keputihan. Cairan yang tidak normal biasanya warnanya kehijauan, keabu-abuan, berbusa.
  2. Nyeri berkemih, yaitu adanya keluhan saat buang air kecil seperti terasa sakit, perih, panas, anyang-anyangan.
  3. Benjolan atau bintik. Terutama di area-area yang terkait dengan aktivitas hubungan seksual, seperti di daerah kemaluan, mulut dan rongga mulut, dubur/anus. Benjolan tersebut dapat berupa jengger ayam di daerah sekitar dubur atau kemaluan, pembesaran kelenjar getah bening biasanya di daerah lipat paha atau bintik-bintik berair seperti cacar air di daerah kemaluan atau mulut.

Bagaimana dengan keputihan yang dialami istri Anda? apakah berbau, berwarna dan menyebabkan gatal?

eputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan kondisi keputihan istri Anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan serta menghindari melakukan hubungan seksual jika keputihan istri Anda belum diatasi, karena dapat menyebabkan penularan pada pasangan. Kami juga sarankan agar Anda memeriksakan lebih lanjut keluhan iritasi pada leher penis yang Anda rasakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin karena seyigyanya kelainan kulit paling baik didiagnosis dengan cara melihat perubahan kulit yang ada.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel yang dapat Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (AAS)

Salam, 

 

Tim Redaksi KlikDokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar