Sukses

Manfaat Terapi Hiperbarik

17 Oct 2014, 16:56 WIB
Pria, 37 tahun.
Selamat sore Dok, Saya seorang Mountain Guide, yang sering memandu pendaki ke Gunung Carstensz, Papua. Setelah pendakian (1 minggu setelah dari puncak) saya kembali ke Jakarta dan diajak teman (seorang diver) untuk mengambil terapi hyperbaric. Pada sesi konsultasi, saya mengatakan bahwa saya seorang pendaki yang sering berada di ketinggian di atas 3000mdpl, dan acap mendapat gangguan sinus. Saya juga seorang perokok aktif. Selama ini saya sudah merasakan manfaat dari terapi ini, deep sleep, lebih fokus, badan tersa bugar kembali. Yang menjadi pertanyaan, apakah baik dan benar, jika setelah pendakian saya mengikuti terapi hyperbaric? Ini hanya sebuah pertanyaan sebagai 2nd opinion. Terima kasih dan salam, Yos
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami kekhawatiran Anda. Hiperbarik adalah terapi pengobatan menggabungkan oksigen murni dan tekanan udara 1,3-6 atmosfer (ata) di dalam ruang udara bertekanan tinggi (RUBT) alias Hyperbaric Chamber. Berbeda dengan oksigen biasa yang diangkut darah, oksigen bertekanan udara tinggi mudah larut ke seluruh jaringan tubuh yang ada cairan, dari darah, sistem getah bening, saraf, hingga tulang.

Semakin banyak oksigen terserap, akan semakin baik bagi kemandirian tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak. Seperti yang kita ketahui bahwa oksigen diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Namun sayangnya sampai saat ini belum kami temukan penelitian berskala besar untuk mendukung manfaat terapi hiperbarik bagi pendaki gunung, dan manfaatnya untuk kesehatan pendaki gunung. Dari literatur yang kami baca terapi ini bermanfaat untuk penyembuhan luka kronik.

Kami lampirkan juga beberapa artikel untuk Anda baca terkait kesehatan tubuh.

Semoga informasi ini membantu. (AN)

Salam

Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar