Sukses

Menghindari Bau Vagina

18 Oct 2014, 20:22 WIB
Wanita, 19 tahun.
Dokter dokter ....' saya mau tanya ..perlukah memakai pembersih/sabun untk menghindari bau pada vagina? Apa saja cara nya biar vagina gk bau walau sering pipis? Aku biasa nya kalo sering pipis pasti vagina ku bau acem deh ..itu rasa nya gk enak banget malu..'
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Apakah ada gejala lain seperti keputihan dan gatal? Bila ya, perlu dievaluasi mungkin terdapat infeksi vagina. Higienitas daerah kemaluan yang kurang baik juga dapat menyebabkan bau vagina yang tidak sedap. Vaginosis bakterialis yaitu pertumbuhan berlebihan bakteri yang normalnya ada dalam vagina merupakan penyebab tersering bau tidak sedap vagina.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bau tidak sedap tersebut antara lain:

  • Gunakan celana dalam yang terbuat dari katun
  • Hindari penggunaan celana yang sempit
  • Hindari produk yang menggunakan pewangi untuk membersihkan vagina
  • Ganti pembalut secara berkala
  • Makan buah dan sayuran secara teratur
  • Buang air kecil dan cuci segera kemaluan setelah berhubungan intim untuk membersihkan area vagina dari bakteri

Untuk memastikan penyebab vagina yang berbau sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter umum atau spesialis kulit dan kelamin.

Secara anatomi, saluran kemih bagian bawah perempuan (uretra) merupakan saluran yang sangat pendek dan bermuara dekat vagina. Karena itu saluran kemih perempuan lebih mudah terkena infeksi daripada laki-laki. Jika ada infeksi dalam vagina, infeksi tersebut mudah menyebar ke saluran kemih dan menimbulkan berbagai keluhan buang air kecil, seperti yang pernah Anda rasakan. Begitupun dengan kontaminasi dari anus. Oleh sebab itu sangat penting untuk senantiasa memerhatikan kebersihan dan kekeringan daerah genitalia Anda. Jika membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Jangan gunakan celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat untuk menghindari keadaan yang lembab. Hindari penggunaan panty liner yang mengandung pengharum (terlebih bila digunakan > 6 jam), serta produk pembersih vagina yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam vagina.

Pemakaian cairan pembersih vagina secara rutin dan dalam jangka waktu lama tidak dianjurkan karena dapat mengganggu lingkungan alami vagina. Cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang ada pada vagina- bakteri 'jahat' vs flora normal/'baik'. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi.

Mengenai sabun pembersih herbal, sejatinya memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan sabun pembersih vagina yang dijual di pasaran. Sebenarnya, membersihkan dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah iritasi dan alergi.

Perlu diketahui bahwa vagina secara normal mengeluarkan lendir yang sering disebut keputihan. Keputihan yang wajar adalah yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak banyak. Namun, jika keputihan menjadi tidak wajar, yaitu berwarna (putih susu, kekuningan, atau bahkan hijau), tercium bau dan banyak mengeluarkan lendir, sebaiknya Anda mengkonsultasikan diri ke dokter umum atau spesialis kulit dan kelamin terdekat untuk mengetahui penyebab jelasnya.

Untuk menambah pengetahuan bersama, berikut ini kami rekomendasikan beberapa tulisan yang disusun Tim Redaksi Medis Klikdokter.com  seputar kesehatan kewanitaan:

Demikian jawaban yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar