Sukses

Nyeri Ulu Hati

18 Aug 2014, 12:17 WIB
Pria, 35 tahun.
Kejadian yang saya alami ini sudah dua kali. Pertama bulan juni sebelum puasa, kedua tanggal 14 Agustus 2014. Ketika kejadian pertama, saya mengira masuk angin karena waktu itu saya melek nonton tivi gak pake baju dari sore pukul 20.00 WIB. Saya waktu itu begadang (karena sudah tidur siang) tanpa baju akibat gerah (cuaca panas). Ketika Subuh, perut saya mulai terasa agak nyeri (tapi tidak begitu berat dan standar masih bisa ditahan banget). Setelah pukul 07 pagi, saya sarapan, karena saya kira perut lapar. Tapi setelah sarapan (sekitar 2 jam), ternyata perut saya semakin sakit. Dalam posisi apapun, perut itu tetap sakit. Anehnya gak mules, gak kembung, gak mual apalagi pingin muntah. Pokoknya sakit banget sampe nusuk ke belakang, dan kalau punggung bagian belakang itu dipijat akan terasa enak. Saya simpulkan sendiri masuk angin, karena semalam gak tidur dan buka baju. Lalu saya minum antangin. Tapi tetap saja tidak bisa mengatasi rasa sakitnya walau sedikitpun. Sampe jam 3 sore saya masih kesakitan meski sudah minum antangin (biasanya kalau sakit perus mules, kembung langsung sembuh). Akhirnya saya simpulkan sendiri juga, berarti bukan masuk angin. Lalu saya minum obat maag (promag) jam 3 sorean tersebut. Hasilnya sama saja, hingga maghrib perut saya tetep sakit, meski agak berkurang setelah saya olesin pake balsem dan frescare dan saya tekan sekeras2nya di ulu hati pake frescare. Ketika ditekan, rasa sakit itu ilang, tapi ketika dilepas, rasa sakit itu muncul lagi. Akhirnya saya pingin BAB. Setelah BAB, saya jongkok dan pegang laptop. Ternyata sembuh total. Sudah gak sakit lagi perut saya. Saya pun sehat, gak lemas, gak kenapa2, pokoknya ya seperti orang sehat saja. Intinya saya sembuh tanpa obat2 yang super mahal dari dokter, meski gak tau sembuhnya karena mamang karena obat maag itu, atau karena setelah BAB. Nah kejadian itu terulang lagi kemarin tanggal 14 agustus. Malam tanggal 14 sekitar pukul 11 saya makan pake ayam dan sambel. Ketika sarapan, saya makan lagi pake ayam dan sambel, ketika makan siang, saya makan pake bebek goreng dan sambel. Nah, ketika setelah makan siang itu, yaitu beberapa jam setelah makan siang (kira2 pukul 5 sore), perut saya timbul nyeri lagi tapi gak terlalu. Saya diamkan saja, lalu pukul 7 malam rasa sakitnya itu sudah luar biasa sampai ke punggung. Saya BAB. ternyata gak sembuh juga. Saya cari obat ke apotik. Di apotik ketika ditanya apoteker saya bingung jawabnya, karena sakit di perut saya bukan mulas, kembung, melilit, mual. Akhirnya para apoteker mengatakan kalau saya kram perut. Sayapun dikasih obatnya. Tapi sampai jam 8 lebih, gak ada efek sama sekali dan perut saya semakin sakit. Saya putuskan ke dokter. Oleh dokter, saya ditanya sakit perut dibagian mana, saya tunjukkan di atas (ulu hati). Dokter langsung vonis saya terkena kolik. Saya disarankan untuk suntik katanya agar cepat proses sembuhnya, dan dikasih obat 4 macam : Hufamag Plus, Hufadine, Spasminal, hyscopan (sampai saat ini obatnya masih ada). Sayapun meminumnya sekitar pkl 21.00. Tetapi jauh dari harapan yang katanya biar cepet dan total semuanya 250ribu. Sampai jam 1 pagi lebih saya masih kesakitan. Akhirnya saya olesin lagi pake frescare dan menekan perut saya itu pake frescare di bagian ulu hati seperti yang saya lakukan waktu pertama. Karena lelah dan ngantuk, saya tertidur. Bangun tidur sekitar subuh, perut saya sudah baik dan gak sakit lagi. Saya sehat seperti biasanya, gak lemas, gak pusing, pokoknya sehat2 saja. Setelah setengah jam bangun pagi saya BAB. dan BAB di pagi hari itu yang keluar sama ketika kejadian pertama, tapi beda ketika BAB ketika sakit perut yang kedua. Berdasarkan cerita itu, apa jenis sakit perut yang saya alami, benarkah dokter itu kalau saya terkena KOLIK?. Hingga saat ini, obat yang baru kali ini saya merasakan harga yang mahal itu belum saya minum lagi, karena saya kuatir dan takut akan efek sampingnya. Selain itu, ketika perut saya sembuh saya juga tidak tahu apa karena obat itu atau hal yang lain,karena di kejadian pertama saya sembuh tanpa minum obat (apalagi yang mahal). Dan jika sembuh karena obat itu, jarak reaksinya sangat lama berjam-jam, padahal kata dokter bisa sembuh lebih cepat ditambah lagi dengan disuntik. Dokter itu menyarankan untuk menghindari makanan berasam dan pedas?, tapi untuk kejadian pertama sebelumnya saya tidak makan makanan yang pedas dan berasam, meskipun di kejadian yang kedua sakit saya setelah saya 3 kali makan yang pedas. Mohon nasihatnya, saya ceritakan sekalian kejadiannya secara gamblang agar dokter bisa menganalisa sakit perut yang saya alami dan sebagai kelanjutan minum obat itu. Saya gak mungkin tanya ke dokter itu lagi karena kejadian yang kedua saya waktu itu ada di bandung, sedangkan sekarang saya sudah kembali ke rumah saya (kebumen). Saya memang takut kalau saya minum sampe habis, ternyata sakit perut yang saya alami bukan KOLIK, tapi yang lain, sehingga takut efek sampingnya. Jika obat itu memang untuk menyembuhkan sakit perut yang saya alami, saya akan meminumnya sampe habis. Sebagai info tambahan, saat ini saya sedang sehat saja atau tidak dalam keadaan sakit perut meski saya tidak minum obatnya. Terimakasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda dan turut prihatin dengan kondisi Anda saat ini.

Keluhan Anda adalah kram perut (sakit perut) dan nyeri ulu hati. Adakah gangguan makan?

Nyeri ulu hati dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah masalah pada otot, gastritis (peradangan lambung), GERD, duodenitis, dan gangguan pencernaan lainnya. 

Maag atau di dalam dunia kedokteran disebut dengan gastritis, yaitu peradangan yang terjadi pada lambung akibat pengeluaran asam lambung yang berlebih. Pada beberapa kasus, gastritis dapat disebabkan karena infeksi bakteri H. pylori. Umumnya maag akan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, mual, kembung, dan muntah. Apabila keluhan menjadi nyeri dada, dada terasa panas, dan mulut terasa pahit/asam, maka mungkin saja itu bukan maag namun penyakit Refluks Gastroesofageal yang terjadi akibat naiknya cairan lambung ke kerongkongan. Hal ini disebabkan klep antara lambung dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi stres atau cemas dapat menyebabkan kenaikan produksi asam lambung dimana hal ini tentu saja dapat menambah keluhan dari maag atau GERD yang dirasa.

Bila benar Anda terkena maag maka selain pengobatan oleh dokter maka Anda juga harus melakukan perubahan pola hidup seperti jangan sampai telat makan/usahakan makan teratur, makan sedikit-sedikit tetapi sering, hindari konsumsi makanan pedas, asam, alkohol, rokok, kafein dan hindari stress. Hindarilah makanan-makanan yang dapat merangsang meningkatnya asam lambung.

Untuk mengatasi maag yang Anda dapat lakukan adalah: 

  1. Hindari makanan pedas, terlalu asam dan yang mengandung gas (kol, sawi, minuman bersoda)
  2. Hindari dahulu konsumsi kopi atau teh. 
  3. Makan sedikit-sedikit namun sering (porsi kecil dan sering) bisa hingga 5x dalam sehari 
  4. Jangan terlambat makan 
  5. Usahakan dalam diet makanan yang sehat, banyak sayur dan buah, serta karbohidrat, lemak yang sehat (hindari makanan siap saji dan daging olahan seperti sosis, chicken nugget, hot dog) 
  6. Coba hindari stres, coba alihkan ke kegiatan lain bila stres memang sangat menggangu. 

Anda juga dapat membaca artikel kami berjudul :

6 Makanan Perparah Maag

6 Makanan Pencegah Perut Kembung

Dispepsia

Beda Sakit Maag dan GERD

Sakit Batu Empedu Sering Dikira Maag

Ini Dia Biang Kerok Nyeri Ulu Hati

Karena kami tidak secara langsung melakukan pemeriksaan maka Kami tidak dapat mengkonfirmasi dengan pasti masalah kesehatan apa yang saat ini Anda alami.

Kami sarankan Anda segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan langsung dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Dengan pemeriksaan langsung, maka diagnosis dapat ditegakkan dan Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat. Bawalah obat-obatan Anda ke dokter untuk diskusi lebih lanjut dan bersama-sama menentukan tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar