Sukses

Keputihan vs. Sabun Pembersih Vagina

20 Oct 2014, 08:42 WIB
Wanita, 22 tahun.
Assalamaualaikum..Dok..saya mau tanya. saya sudah menikah dan setelah berhubungan intim dengan suami saya.kemudian saya cuci dengan sabun sirih pembersih sekitar kewanitaan. setelah 2 hari saya merasa gatal di kemaluan saya.dan 2 hari kemudian saya mengeluarkan cairan keputihan seperti susu dan kental tapi tidak berbau. itu disebabkan apa yaa dok apa gara2 saya memakai pembersih tersebut atau ada sebab lain.apakah berbahaya dok.dan apakah bisa memperhambat kehamilan dok..? dan obat untuk menghilangkannya bagaimana dok..?tolong bantuannya..?Syukron Katsir.. Wassalamualaikum wr.wb.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter


Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Apakah ada gejala lain seperti keputihan dan gatal? Bila ya, perlu dievaluasi mungkin terdapat infeksi vagina. Higienitas daerah kemaluan yang kurang baik juga dapat menyebabkan bau vagina yang tidak sedap. Vaginosis bakterialis yaitu pertumbuhan berlebihan bakteri yang normalnya ada dalam vagina merupakan penyebab tersering bau tidak sedap vagina.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.


 

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Secara anatomi, saluran kemih bagian bawah perempuan (uretra) merupakan saluran yang sangat pendek dan bermuara dekat vagina. Karena itu saluran kemih perempuan lebih mudah terkena infeksi daripada laki-laki. Jika ada infeksi dalam vagina, infeksi tersebut mudah menyebar ke saluran kemih dan menimbulkan berbagai keluhan buang air kecil, seperti yang pernah Anda rasakan. Begitupun dengan kontaminasi dari anus. Oleh sebab itu sangat penting untuk senantiasa memerhatikan kebersihan dan kekeringan daerah genitalia Anda. Jika membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Jangan gunakan celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat untuk menghindari keadaan yang lembab. Hindari penggunaan panty liner yang mengandung pengharum (terlebih bila digunakan > 6 jam), serta produk pembersih vagina yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam vagina.

Pemakaian cairan pembersih vagina secara rutin dan dalam jangka waktu lama tidak dianjurkan karena dapat mengganggu lingkungan alami vagina. Cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang ada pada vagina- bakteri 'jahat' vs flora normal/'baik'. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi.

Mengenai sabun pembersih herbal, sejatinya memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan sabun pembersih vagina yang dijual di pasaran. Sebenarnya, membersihkan dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah iritasi dan alergi.

Perlu diketahui bahwa vagina secara normal mengeluarkan lendir yang sering disebut keputihan. Keputihan yang wajar adalah yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak banyak. Namun, jika keputihan menjadi tidak wajar, yaitu berwarna (putih susu, kekuningan, atau bahkan hijau), tercium bau dan banyak mengeluarkan lendir, sebaiknya Anda mengkonsultasikan diri ke dokter umum atau spesialis kulit dan kelamin terdekat untuk mengetahui penyebab jelasnya.

Untuk menambah pengetahuan bersama, berikut ini kami rekomendasikan beberapa tulisan yang disusun Tim Redaksi Medis Klikdokter.com  seputar kesehatan kewanitaan:

Demikian jawaban yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar