Sukses

Haid 2x Dalam Sebulan

17 Aug 2014, 19:31 WIB
Wanita, 22 tahun.
selamat pagi dok, saya mau tanya 2 tahun belakangan ini saya haid dalam sebulan 2 kali, seminggu haid lancar, seminggu berhenti, seminggu haid (merah kehitam-hitaman), apakah ada masalah dengan kandungan saya atau bagaimana dok?? terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ijinkan kami  mengajukan pertanyaan. Pada tanggal berapa siklus haid pertama dan kedua Anda? 

Gangguan haid dapat bermacam-macam, mulai dari darah yang keluar sedikit atau malah banyak. Selain itu, gangguan haid juga bisa berkisar antara banyak siklus haid yang terjadi. Pertama kami akan jelaskan tentang siklus haid yang normal. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Ada baiknya nanti Anda menghitung rata-rata haid Anda dalam 3 bulan untuk mengetahui apakah terjadi gangguan siklus haid.

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Agar lebih jelas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut serta pemberian terapinya.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar