Sukses

Bayi Susah BAB

15 Aug 2014, 18:05 WIB
Wanita, 23 tahun.
Mw tanya dok, anak saya umur 6 bln mengalami sembelit kira2 sdh 2 mingguan. Setiap BAB dia mengejan sampe mukanya merah semua, itu pun keluarnya sedikit sekali, malah terkadang ga keluar fesesnya. Fesesnya keras dan padat. Sudah saya suapin pepaya tp kok masih susah BAB jg. Saya khawatir dan bingung mau gimana lagi. Tolong dibantu solusinya dok.. makasih sebelumnya.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ijinkan kami mengajukan pertanyaan. Bayi Anda selama ini mengkonsumsi ASI atau Susu formula? karena apa yang dikonsumsi menentukan frekuensi terjadinya BAB.

Selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel maka Anda tidak perlu khawatir. Jika bayi Anda mengkonsumsi ASI, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk ASI dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi jadi terkadang bayi ASI tidak BAB selama beberapa hari. Sedangkan bayi dengan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Yang harus diperhatikan adalah keluhan-keluhan yang dialami bayi yang menyertai perubahan pola BAB-nya tersebut.

Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi Anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter anak. Penurunan frekuensi BAB pada bayi seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras. Namun demikian, penurunan frekuensi BAB pada bayi dapat juga terjadi akibat kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga dapat bermanfaat. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar