Sukses

Hasil Biopsi Serviks CIN 1

15 Aug 2014, 11:39 WIB
Wanita, 28 tahun.
Dear dokter,dua bln yg lalu sy menjalani kuretase.saat kuret dokter menyatakan ada infeksi pd servik.pasca kuret sy melakukan tes pap smear ternyata hasilnya servisitis kronis,dokter menyarankan sy utk menjalani konisasi.hasil konisasi menyatakan sy mengalami CIN 1/ mild displasia.pasca konisasi sy pendaran lbih dari 2 minggu.dokter hanya memberi anti biotik dan vitamin.dan dkter menyuruh sy utk malakukan tes pap smear lg bln dpn.yg ingin sy tnyakan apakah CIN 1 trsbut bs disembuhkan?apa cr tepat utk mengobatinya agar tdk miningkat ke CIN 2 dst?kpn wktu yg tepat utk hamil pasca konisasi dan mengalami CIN 1?terimakasih ats pencerahannya dok.

 Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Displasia merupakan sebutan medis untuk perubahan sel abnormal di serviks yang biasanya disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). CIN 1 adalah kepanjangan dari cervical intraephitelial neoplasia. CIN 1 merupakan abnormalitas yang ringan dan biasanya dapat hilang dan sembuh sendiri tanpa pengobatan. CIN disebut juga sebagai staidum pre kanker, dengan kata lain jika tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi kanker serviks. Terkadang dapat berkembang menjadi kanker jika menyebar ke jaringan normal di sekitarnya. 

Tatalaksana displasia tergantung dari penyebaran sel-sel abnormal. Jika abnormalitasnya ringan (CIN1) maka biasanya tidak perlu pengobatan, Anda hanya harus rutin memonitor kondisi Anda ke spesialis kandungan dan kebidanan dan melakukan papsmear rutin setiap 6 dan 12 bulan. 

Pada kasus displasia sedang dan berat (CIN 2 &3) sel-sel abnormal tidak akan hilang dengan sendirinya, diperlukan pengobatan untuk mengeliminasi sel abnormal antara lain seperti terapi laser, cryoteraphy, LEEP (loop electrosurgical excision procedure) dan laser conization.

Virus HPV dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi HPV. Vaksinasi ini diberikan untuk wanita yang belum terinfeksi atau tidak terinfeksi HPV risiko tinggi (16 dan 18). Vaksin ini diberikan melalui suntikan di otot pada bulan 0,1, dan 6. 

Selain itu ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks:

  1. Hindari rokok, baik merokok secara aktif maupun pasif.
  2. Jangan melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan atau berganti-ganti pasangan.
  3. Jika Anda atau pasangan Anda sedang menderita infeksi menular seksual, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu sampai infeksi tersebut sudah ditangani dan  terobati tuntas.
  4. Hindari hubungan seksual di usia muda (di bawah 20 tahun).
  5. Lakukan pemeriksaan deteksi dini secara rutin. Tes Pap sebaiknya dilakukan wajib dan rutin setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 21-65 tahun.
  6. Mendapatkan vaksin untuk melawan HPV. Vaksin melawan HPV ini dapat melindungi wanita dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat menyebabkan kanker serviks dan ditemukan pada 70% penderita kanker serviks. Pemberian vaksin paling baik adalah pada perempuan usia 9-26 tahun yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Namun, hasil perlindungan yang baik juga masih dapat ditemukan pada pemberian vaksin untuk wanita usia hingga 45 tahun yang sudah melakukan hubungan seksual dan belum memiliki tanda-tanda kanker serviks.

Tidak ada patokan pasti kapan Anda boleh hamil setelah konisasi. Sebagian besar orang tidak mengalami masalah untuk hamil setelah dilakukan konisasi. Kami anjurkan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut ke spesialis kandungan dan kebidanan yang menangani Anda.

Berikut beberapa artikel yang dapat Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat (AAS)

Salam

Tim Redaksi Klikdokter


0 Komentar

Belum ada komentar