Sukses

Mengatasi Pasien Stroke

20 Oct 2014, 09:19 WIB
Pria, 19 tahun.
assalamualaikum dok, saya ingin bertanya. yang ingin saya tanyakan bukan tentang permasalahan saya, akan tetapi permasalahan ayah saya yang baru baru ini terkena stroke. ayah saya berumur 46 tahun, riwayat penyakit darah tinggi dan saat ini juga mengalami pembesaran jantung, kurang lebih 2 mnggu yang lalu beliau mengalami serangan stroke sebagian, di sebelah kiri tubuhnya. dan saat ini sudah dirawat dirumah. kondisi ayah saat ini sngat sulit untuk dirawat, mengingat perilaku ayah saya yg bertemperamen keras sehingga sangat sulit untuk diatur untuk tetap berbaring di tempat tidur. beliau sering mengeluh sulit bernafas (mngkin akibat kondisi jantungnya) sehingga sering sekali ingin berpindah pindah posisi tidur, untuk mendapatkan posisi yang nyaman. kemudian akibat serangan stroke tsb kami juga sangat sulit utk berbicara dgn beliau mengingat terganggunya fungsi otak beliau sehingga sulit untuk memahami apa yang kami katakan dan selalu bersikeras pada kemauannya yg sangat sulit untuk dilakukan, seperti mencoba berdiri, dan lain lain. untuk obat-obatan sudah kami berikan sesuai dgn resep dokter. yang ingin saya tanyakan, apakah kondisi tubuh ayah saya akan semakin lambat untuk pulih karena beliau sering memaksakan posisi berbaring yang saya nilai salah, karena bagian tubuh seperti tangan dan kaki harus dalam posisi netral sdgkan ayah saya kdg kdg malah tertindih oleh tubuhnya, tertekuk dll. kemudian adakah saran bagaimana memposisikan tubuhnya agar tidak sulit bernafas (terengah engah) saat mncoba tidur? kemudian yg terakhir adakah saran untuk menghadapi ayah saya yang sulit untuk menerima perkataan kami agar beliau bisa mengerti dan melakukannya? demikian pertanyaan saya dok, sya mhon maaf apabila pertanyaan saya dirasa salah tempat ataupun terlalu panjang. atas jawabannya saya mengucapkan terima kasih.

Waalaikumsalam. 

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami turut prihatin dengan kondisi yang Ayah Anda alami. Izinkan kami menjelaskan mengenai stroke. 

Stroke (Penyakit Serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. 

Stroke bisa berupa iskemik(sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik). 
Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah.

Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Gejala yang terjadi tergantung kepada daerah otak yang terkena : 

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh 
  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh 
  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran 
  • Penglihatan ganda 
  • Pusing 
  • Bicara tidak jelas (pelo) 
  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat 
  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh 
  • Pergerakan yang tidak biasa 
  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih 
  • Ketidak seimbangan dan terjatuh 
  • Pingsan. 


Kelainan neurologis yang terjadi lebih berat, lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. 
Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidak mampuan untuk mengendalikan emosi. 

Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir dengan kebiasaan tidur ayah Anda karena memang sebaiknya disarankan untuk merubah posisi tidur setiap 2-3 jam sekali sehingga aliran darah tetap baik dan tidak terjadi ulkus (luka akibat penekanan) pada satu tempat karena Ayah Anda membutuhkan tirah baring dalam jangka waktu yang tidak sedikit.

Jika ayah Anda mengeluh sesak pastikan dulu penyebab sesak yang ayah anda keluhkan. Jika disebabkan oleh gangguan jantung biasanya pasien akan lebih nyaman bila tidur dengan 2 hingga 3 bantal. Kami sarankan Anda konsultasi ke dokter yang menangani ayah Anda untuk mengatasi sesak yang dialami ayah Anda.

Menangani pasien yang mengalami stroke memang membutuhkan kesabaran dan pengertian yang besar dari keluarga. Pasien dengan stroke mudah sekali mengalami depresi akibat kondisi yang dialaminya, sehingga dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Anda dan keluarga mungkin dapat mencoba dengan menggunakan bahasa halus dan merubah perkataan yang Anda biasa gunakan seperti kata "tidak boleh" diganti dengan " lebih baik". Selain itu buatlah ayah Anda tetap merasa dihargai.

Kami sarankan Anda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang menangani ayah anda mengenai kondisi yang dialami ayah Anda.

Berikut beberapa artikel yang dapat Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat (AAS)

Salam

Tim Redaksi Klikdokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar