Sukses

Berat Badan Setelah Infeksi TBC

19 Oct 2014, 16:02 WIB
Wanita, 19 tahun.
dok, saya mengalami penurunan berat badan yang drastis dalam 2 bulan 10kg.berat badan saya awalnya 45kg sekarang tinggal 35kg. setelah diperiksa kerumahsakit saya dikatakan terkena TB. saya sudah menjalankan pengobatan TB 2 bulan terakhir ini. yang saya ingin tanyakan, apakah setelah selesai menjalani obat TB selama 6 bulan berat badan saya bisa naik, soalnya saya orang yang susah makan.atau perlu untuk menambah multivitamin untuk mendorong nafsu makan saya? terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. 

TBC adalah penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh kuman kelompok Mycobacterim tuberculosis.  Cara penularan penyakit ini melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita TB yang dalam udara yang dapat bertahan dalam suhu kamar (25-30o). Orang dapat terinfeksi apabaila droplet tersebut terhirup dalam saluran pernapasan.

Terapi pada pengobatan TBC umumnya 6 bulan, kecuali pada TBC kambuh. Terapi tersebut terbagi atas 3 kategori disesuaikan dengan klinis, radiologi dan BTA. Pada umumnya setelah pengobatan berjalan selama 2 bulan (teratur), maka akan didapatkan perbaikan klinis berupa berkurangnya batuk, kenaikan berat badan, dan keluhan lain yang berkurang. Namun memang tidak semuanya didapatkan pada seorang pasien.

Apabila memang terdapat penurunan berat badan sebelum mengalami TBC, pada umumnya dengan pengobatan maka berat badan akan kembali naik lagi.

Saat ini karena Anda sudah dinyatakan sembuh maka yang saat ini dapat dilakukan adalah meningkatkan asupan gizi Anda dengan cara :

  • Makan teratur 3x makan besar diselingi 3x makan kecil dengan proporsi gizi seimbang namun dengan porsi yang lebih banyak
  • Tingkatkan asupan karbohidrat dan protein
  • Berolahraga yang teratur (3x/minggu) karena olahraga dapat melancarkan aliran darah di dalam tubuh, bermanfaat untuk menjaga kesehatan, dan meningkatkan nafsu makan
  • Istirahat teratur dalam artian tidur 6-8 jam sehari dengan jam tidur dan jam bangun yang teratur

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)
Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar