Sukses

Badan Kaku, Menggigil, Berkeringat Setelah Tertusuk Golok = Tetanus?

17 Oct 2014, 18:44 WIB
Pria, 23 tahun.
slmt mlm dok saya ary ..usia 23 tahun sbelum brtanya,ad bbrapa hal yg ingin saya critakan saat bulan puasa lalu kaki saya tertusuk pisau golok tepat dibawah mata kaki sebelh kanan..ckup dalam hingga m geliarkan darah cukup bnyak..dan saat itu sya sedang berpuasa 10 kmudian tbuh saya menggigil dan berkeringat.. lidah saya kelu tidak bisa bicara..mulut saya mengerut / peot ksebelH kanan..tangan dan jari2 sayA membengkok kaku sama skali tdk bsa digerak kan..layak nya seseorang kena strok.. pertanyaan saya... gejala apa yang saya alami tersebut apakah saya berpotensi trkena strok atau memang saya mengalami nya mohon pnjelasannya dok trims

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebulan yang lalu kulit Anda tertusuk pisau golok lalu Anda mengeluhkan kaku pada tubuh menggigil dan berkeringat. Apakah golok tersebut bersih? Apakah Anda langsung membersihkan luka, berkunjung ke dokter dan diberikan antitetanus?

Berdasarkan cerita yang Anda paparkan, kemungkinan Anda menderita Tetanus. Izinkan kami menjelaskan mengenai penyakit tetanus.

Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini akan memproduksi racun yang menyebabkan kejang otot kronis. Tetanus ini sangat berbahaya tapi mudah diatasi jika Anda teliti dan bertindak cepat. Bakteri penyebab tetanus biasanya hidup di kotoran dan tanah, khususnya di area yang terdapat banyak kotoran hewan seperti di peternakan. Bakteri tetanus biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau potongan yang ada di tubuh. Bakteri ini  tumbuh lebih cepat di area yang kekurangan oksigen. Jadi, semakin dalam dan semakin sempit lukanya, akan semakin sedikit oksigen yang berada di sekitarnya, dan kemungkinan terjadinya tetanus semakin besar. Sebagai contoh, bakteri bisa masuk ke dalam luka dari jarum akupuntur yang kotor. Semakin kotor lukanya, semakin tinggi risiko terjadinya tetanus. Tapi, tetanus juga bisa tumbuh di luka yang bersih.

 

Gejala dan tanda

  • Riwayat mendapat trauma, pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril, riwayat menderita otitis media supurativa kronik (OMSK), atau gangren gigi.
  • Riwayat tidak diimunisasi/tidak lengkap imunisasi tetanus.

Pemeriksaan fisis

  • Masa inkubasi 5-14 hari.
  • Gejala awal adalah trismus; pada neonatus tidak dapat/sulit menetek, mulut mencucu. Disertai dengan kaku kuduk, resus sardonikus, opistotonus, perut papan. Selanjutnya dapat diikuti kejang apabila dirangsang atau kejang spontan; pada kasus berat dijumpai status konvulsivus.

Derajat penyakit

Derajat I  (tetanus ringan)

  • Trismus (kaku otot wajah, sulit buka mulut) ringan sampai sedang
  • Kekakuan umum: kaku kuduk, opistotonus, perut papan
  • Tidak dijumpai disfagia (sulit menelan) atau ringan
  • Tidak dijumpai kejang
  • Tidak dijumpai gangguan pernapasan

Derajat II (tetanus sedang)

  • Trismus sedang
  • Kekakuan jelas
  • Dijumpai kejang rangsang, tidak ada kejang spontan
  • Takipneu
  • Disfagia ringan

Derajat III (tetanus berat)

  • Trismus berat
  • Otot spastis, kejang spontan<
  • Takipne, takikardia
  • Serangan apne (apneic spell)
  • Disfagia berat
  • Aktivitas sistem autonom meningkat

Derajat IV (stadium terminal), derajat III ditambah dengan

  • Gangguan autonom berat
  • Hipertensi berat dan takikardi, atau
  • Hipotensi dan bradikardi
  • Hipertensi berat atau hipotensi berat

Karena infeksi tetanus seringkali berakibat fatal, maka tindakan pencegahan merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Pencegahan bisa dilakukan dengan dua cara utama, imunisasi dan penanganan luka.

Saat luka, bahkan goresan sekecil apapun, sepanjang merusak kulit, mempunyai kemungkinan mengalami tetanus. Sebagain besar dokter menyarankan  langkah berikut:

Jika lukanya bersih dan Anda belum menerima imunisasi tetanus selama 10 tahun terakhir, Anda direkomendasikan untuk melakukan imunisasi.

Jika lukanya kotor atau cenderung mengalami tetanus, dokter menyarankan Anda untuk melakukan imunisasi jika Anda belum melakukan imunisasi selama 5 tahun terakhir.

Luka yang cenderung mengalami tetanus adalah luka yang dalam dan terkontaminasi dengan kotoran atau tanah. Jika tidak yakin kapan terakhir kali Anda menerima imunisasi, lebih baik memilih cara aman dengan melakukan 
imunisasi.

Jika Anda belum pernah menerima imunisasi saat anak-anak dan mengalami luka terbuka, dokter mungkin akan memberikan vaksin saat perawatan pertama luka. Anda harus kembali memeriksakan diri ke dokter 4 minggu kemudian dan 6 bulan kedepannya untuk melengkapi vaksin pertama Anda.

Hal kedua yang sangat penting untuk dilakukan adalah membersihkan luka secara menyeluruh. Bersihkan luka dengan air bersih dan sabun, cobalah mengeluarkan semua partikel dan kotoran dari luka. Hal ini tidak hanya akan mencegah tetanus tetapi juga mencegah infeksi bakteri lainnya.

Kami sarankan Anda untuk segera berobat ke dokter atau rumah sakit terdekat agar Anda mendapatkan penanganan optimal. Jika tidak ditangani dengan baik tetanus dapat berakibat fatal.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang dapat Anda baca:

 

18 Risiko Tindik Lidah

Tetanus dan Pencegahannya

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS).

 

Salam

Tim Redaksi Klik Dokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar