Sukses

Belum Hamil di Usia 39 Tahun

20 Oct 2014, 09:43 WIB
Wanita, 39 tahun.
Masa pernikahan saya sudah jalan 3,5 tahun, usia saya saat ini jalan 39 tahun. Tapi sampai saat ini saya belum hamil. Pertanyaan saya : Apakah dengan usia saya sekarang ini saya masih bisa hamil?

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kegemukan dapat saja berhubungan dengan kesuburan. Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan produksi hormon yang tidak seimbang dan berpengaruh pada siklus haid. Jadi benar ada hubungannya. Namun, menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Izinkan kami menjelaskan tentang bagaimana tips mendapatkan momongan.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya jika haid Anda teratur. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi. Jika haid Anda tidak teratur, untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Kehamilan di atas usia 35 tahun memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan usia lebih muda. Beberapa risiko yang mungkin terjadi seperti:

  1. Masalah dalam kesuburan
  2. Tekanan darah tinggi & Diabetes. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi, seperti penyakit jantung dan stroke, pertumbuhan janin terhambat dan berat lahir rendah, lepasnya plasenta dari dinding rahim selama persalinan yang dapat menyebabkan perdarahan. Namun dengan perawatan sebelum persalinan yang baik dan teratur, permasalahan tersebut dapat dicegah. Sekitar 1 dari 4 wanita dapat masuk kedalam kondisi yang disebut preeklamsia, kondisi dimana tekanan darah ibu menjadi tinggi dan ditemukan protein dalam urin. Jika terlambat atau tidak ditangani maka ibu dapat jatuh kedalam kondisi kejang atau bahkan koma.
  3. Kehamilan kembar atau lebih
  4. Kelainan kromosom pada anak, tersering adalah Down Syndrome yaitu kombinasi kelainan retardasi mental dengan abnormalitas bentuk fisik akibat kelainan kromosom
  5. Keguguran
  6. Plasenta previa, kelainan letak plasenta yang menutupi jalan lahir
  7. Operasi caesar
  8. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi kurang dari 2500 gr atau lahir prematur (kurang dari 37 minggu kehamilan)

Namun Anda tidak perlu khawatir jika mengalami kehamilan diatas 35 tahun. Untuk mengurangi risiko kejadian, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Konsumsi multivitamin yang mengandung 400 mikrogram asam folat setiap hari sebelum hamil dan selama bulan pertama kehamilan untuk membantu mencegah gangguan pada saluran rahim.
  2. Konsumsi makanan bernutrisi secara bervariasi, termasuk makanan yang mengandung asam folat seperti sereal, produk dari padi, sayuran hijau daun, buah jeruk dan kacang-kacangan.
  3. Mulai kehamilan pada berat badan yang normal atau sehat (tidak terlalu kurus atauterlalu gemuk)
  4. Tidak minum alkohol sebelum dan selama kehamilan
  5. Jangan gunakan obat-obatan, kecuali obat anjuran dari dokter yang mengetahui bahwa ibu sedang hamil.
  6. Perawatan antenatal/pra persalinan teratur pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Semenjak Anda belum mengalami kehamilan di usia saat ini, ada baiknya jika Anda memeriksakan diri kepada dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengenai kemungkinan adanya penyebab keterlambatan kehamilan sehingga dapat ditangani terlebih dahulu. 

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan istri dapat segera dianugerahi buah hati.

Berikut kami sertakan artikel:

Merencanakan Kehamilan 

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Apa Ciri Sperma Sehat?

Kapan Harus Periksa Sperma?

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui Jika Ingin Cepat Hamil

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar