Sukses

Apa Itu Varikokel?

06 Aug 2014, 00:10 WIB
Pria, 17 tahun.
Saya seorang lelaki berumur 17 tahun dengan tinggi badan 176 CM dan berat badan 79 KG. Saya sangat sering onani. Frekuensinya hampir setiap hari sekali, atau setidaknya 2 hari sekali. Kemarin, ketika saya hendak berhubungan seksual untuk pertama kalinya dengan pasangan saya, penis saya mudah ereksi, namun mudah turun juga. Setelah diberikan oral seks oleh pasangan saya, gak lama langsung turun lagi. Begitu terus sehingga tidak bisa melakukan penetrasi karena agak lemas, ukuran penis saya tergolong kecil, dan memakai kondom jadi susah. Akhirnya saya tidak jadi melakukan penetrasi. Pasangan saya sedikit memainkan testis saya dengan tangan seraya memberikan oral seks. 2-3 jam kemudian, ketika saya berbaring, terlihat seperti urat menonjol di atas testis kiri saya. Apakah itu varikokel? Jika saya varikokel, apakah akan hilang dengan sendirinya? Karena tidak lama kemudian urat tersebut hilang dan sejauh ini tidak muncul lagi. Saya pun tidak pernah merasakan nyeri di testis, kecuali ketika sehabis onani, tapi jarang, itu pun menurut orang2 katanya wajar karena ada tekanan darah di testis. Menurut dokter bagaimana? Apakah saya varikokel? Jika iya, apakah akan hilang dengan sendirinya? Mohon dijawab, terimakasih banyak.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Mungkin yang Anda maksud adalah varikokel. Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar) yang mempendarahi testis atau disebut juga varises pada buah zakar. Aliran darah di vena diatur dengan katup 1 arah yang mencegah aliran darah kembali. Fungsi katup yang terganggu atau penekanan dari pembuluh darah vena dapat menyebabkan pembesaran dari vena yang berujung terhadap pembentukan varikokel.

Penyebab dari varikokel ini diantaranya adalah idiopatik yang disebabkan karena fungsi katup vena yang tidak bekerja sempurna. Varikokel umumnya terjadi pada 15-20% pria dan penyebab gangguan kesuburan pada 40% pria. Penyebab lain adalah varikokel sekunder yang disebabkan oleh penekanan pada vena yang umumnya terjadi akibat keganasan di rongga panggul / perut. Biasanya terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

Pada pemeriksaan fisik dapat  terlihat adanya pembengkakan pada skrotum dan rasa nyeri serta rasa berat. Jika dipegang, dapat terasa seperti kita memegang kantung yang berisi banyak cacing.

Tidak semua varikokel membutuhkan operasi, yang memerlukan operasi adalah :
1. Jika varikokel tersebut dapat teraba (sudah cukup besar)
2. Jika suami dan istri terbukti ada infertilitas
3. Jika istrinya subur
4. Jika hasil tes sperma pada laki-laki membuktikan adanya gangguan

Varikokel dapat menyebabkan gangguan produksi sperma. Pria dewasa yang memiliki varikokel disertai analisis semen (kualitas dan kuantitas sperma) yang abnormal dan berniat untuk memiliki anak, maka disarankan untuk melakukan terapi pada varikokelnya, yaitu operasi. Repair atau perbaikan dari varikokel telah dibuktikan berdasarkan penelitian dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma atau dalam kata lain dapat memperbaiki kesuburan.

Varikokel memang akan mengecil setelah operasi dilakukan, yang pasti lebih kecil dari sebelum operasi. Sebenarnya tujuan utama operasi varikokel ini adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas dari sperma yang anda miliki. Dalam waktu 4-6 bulan sesudah operasi sebaiknya dilakukan follow-up untuk menganalisis kualitas dan kuantitas sperma, dibandingkan dengan sebelumnya. Penelitian tentang varikokel yang diterbitkan oleh Jurnal Urologi Indonesia menghasilkan suatu kesimpulan dimana 6 bulan setelah operasi terdapat perbaikan signifikan volume testis kiri dan konsentrasi spermatozoa. 

Pengobatan varikokel selain operasi dapat dilakukan embolisasi varikokel dengan memasukkan kateter atau selang kecil ke pembuluh darah vena di bawah bimbingan x-ray. Cincin metal akan diletakkan di pembuluh darah vena spermatika sinistra (kiri) untuk menghambat aliran darah ke vena di bawahnya. Namun hal ini masih di dalam penelitian.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

 

Tim Redaksi KlikDokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar