Sukses

Amenore dan Pengobatan TB

19 Oct 2014, 11:23 WIB
Wanita, 19 tahun.
dok saya mau tanya, saya sudah 3 bulan belum haid, biasanya haid saya lancar setiap 1 bulan sekali. selama 3 bulan itu saya sering mengkonsumsi obat yang dikasih sama dokter karena saya waktu itu sakit maag dan asma,selama saya sakit berat badan saya trun drastis 10kg. sudah 1 bulan ini saya cek kerumah sakit dan akhir x saya dikatakan terkena TB. saya sudah 2 bulan ini mengkonsumsi obat TB. yang saya ingin tanyakan, apakah ada hubungannya mengkonsumsi obat tersebut dengan haid saya? mohon solusinya dok. terima kasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami kekhawatiran yang Anda alami.

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral
  • Penyakit kronik

Penyakit tuberkulosis dapat menyerang organ tubuh apa saja, tidak hanya paru. Jika tuberkulosis menyerang daerah genitalia (kelamin) maka disebut sebagai tuberkulosis genitalia. Gejala yang muncul dapat berupa gangguan menstruasi sampai amenorea. Namun perlu pemeriksaan lebih spesifik untuk memastikan penyakit ini. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat anti tuberkulosis (OAT) seperti RIfampicin dapat meningkatkan katabolisme estrogen sehingga konsentrasi menurun, kemudian mempengaruhi pengeluaran LH dari kelenjar hipofisis dan menjadi anovulasi, terjadilah gangguan menstruasi (oligomenorea atau amenorea). Efek samping biasanya hilang apabila penggunaan obat dihentikan. Namun, OAT tidak bisa dihentikan begitu saja, harus sampai tuntas. Jika pengobatan dihentikan, kuman dapat menjadi kebal dan pengobatan akan semakin sulit dan lama.

Kami sarankan pacar Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder pada pacar Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat diketemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AN)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar