Sukses

Cuci Darah dan Transfusi
19 Okt 2014, 06:43 WIB
Wanita, 63 tahun.
Selamat malam dok saya ingin bertanya tentang penyakit gagal ginjal pada saudara saya Dok,apakah setiap cuci darah harus melakukan tranfusi darah ? Stelah selesai cuci darah ketika buang air besar kenapa ada darah yang keluar pada feses nya? Apakah orang yang mengidap gagal ginjal tidak boleh mengkomsumsi buah buahan? Terimakasih dok selamat malam

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Ginjal merupakan sepasang organ di dalam tubuh yang berfungsi di dalam metabolisme racun yang terdapat di dalam darah dan mengeluarkannya via urin. Ginjal sendiri juga berfungsi sebagai absorpsi atau penyerapan beberapa zat dan mineral tertentu dalam tubuh. Gangguan ginjal atau gagal ginjal kronik tahap akhir (sudah dilakukan cuci darah), berarti kedua ginjal tidak mampu lagi berfungsi sempurna yang mengakibatkan tumpukan hasil sisa metabolisme di dalam tubuh yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Pada gagal ginjal yang tahap akhir memang obatnya hanya dengan cuci darah berserta diet yang tepat.

Penderita gagal ginjal kronik memiliki resiko kehilangan darah yang disebabkan karena adanya disfungsi dari platelet atau trombosit (sel dalam darah yang membantu menyembuhkan luka dan mencegah perdarahan dengan membentuk gumpalan darah). Hal ini memang disebabkan oleh proses terapi cuci darah, yang memicu penurunan kadar zat besi dalam darah hingga 3-5 gram besi per tahun. Normalnya, manusia kehilangan zat besi "hanya" 1-2 mg per hari. Rangkaian peristiwa inilah yang berujung pada penurunan sel darah merah atau hemoglobin pada darah secara bermakna. Perlu diketahui bahwa penurunan kadar hemoglobin yang terlalu drastis dapat juga dipicu oleh beberapa kemungkinan, seperti perdarahan aktif di dalam organ tubuh, seperti saluran pencernaan (yang dapat mencebabkan adanya darah dalam feses), saluran pernapasan, saluran kencing, kelainan darah, dan sebagainya.

Diet pada penderita gagal ginjal kronik dalam hal ini adalah diet membatasi beberapa jenis mineral dan sumber makanan, serta cairan untuk mengurangi kerja ginjal. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikurangi adalah :

  • Sodium. Makanan yang mengandung sodium banyak terdapat di dalam makanan olahan seperti sosis, makanan kalengan, keju, kecap asin, dan sebagainya
  • Protein. Anda akan perlu mengurangi diet protein sehari-hari. Mengurangi asupan protein dapat menurunkan sisa metabolisme yang membebani ginjal dan membantu ginjal bekerja lebih baik. Makanan yang tinggi kadar protein adalah daging, ayam, ikan, telur, dan produk susu
  • Fosfor. Fosfor dalam jumlah berlebih tidak akan dapat dikeluarkan dari dalam tubuh karena ginjal yang sudah rusak. Terlalu banyak fosfor di dalam tubuh akan menyebabkan kalsium menurun dari tulang. Makanan yang memiliki kandungan fosfor tinggi adalah kacang-kacangan, kola, dan minuman beralkohol
  • Potasium. Makanan dengan kadar potasium tinggi adalah pisang, buah-buahan lainnya, dan sayuran

Untuk pengaturan diet gagal ginjal, kami sarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter spesialis gizi agar diberikan pengaturan nutrisi yang sesuai. Terlebih lagi apabila didapatkan penyakit lainnya selain gagal ginjal. 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (DNE)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar