Sukses

Resiko Mencabut Gigi

04 Aug 2014, 14:53 WIB
Pria, 27 tahun.
gigi rahang kiri bawah saya berlubang besar,sudah pernah bengkak dan sering sakit.apakah resiko jika saya cabut gigi tersebut?atau ada solusi lain?karena saya sangat tersiksa dengan gigi tersebut. Terimakasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Saya turut prihatin atas kondisi yang Anda alami. Hal yang utama dalam tindakan pencabutan adalah  dokter gigi melakukan pencabutan sesuai dengan prosedur standar dari mulai anestesi (pembiusan) hingga pencabutan gigi, sangat kecil kemungkinannya terjadi efek samping yang membahayakan. Efek samping pada saat proses pencabutan seperti perdarahanan, syok, pusing, pingsan, atau pegal dan mual bisa terjadi pada kondisi-kondisi tertentu. Misal pada penderita darah tinggi yang tidak terkontrol dan pada saat pencabutan tekanan darah sedang naik/tidak normal. Bisa juga pada penderita kelainan darah seperti hemofilia, atau pada penderita yang cemas berlebihan dan pada saat kondisi belum makan hingga menjadi lemas.

Gigi yang sudah berlubang besar atau tinggal akar gigi saja sebetulnya tidak masalah, asalkan gigi tersebut normal. Maksudnya bentuk akar gigi normal, dan tidak dalam keadaan sakit atau gusinya bengkak. Pada intinya adalah beritahukan riwayat penyakit Anda pada dokter gigi yang akan melakukan pencabutan.  Efek samping jangka panjang, di mana gigi sebelahnya akan cenderung miring dan ke arah gigi yang hilang, dan jika yang dicabut adalah gigi bawah maka biasanya gigi atas akan turun karena gigi lawan sudah tidak ada. Idealnya gigi tersebut harus dibuatkan gigi tiruan. Namun dokter gigi yang merawat Anda akan memutuskan apakah gigi tersebut betul-betul harus dicabut atau tidak, karena sebisa mungkin gigi harus di dalam mulut.

Berikut artikel terkait yang dapat Anda baca

Gigi Berlubang: Cabut atau Rawat? (20 September 2010)

Pentingkah mengganti gigi yang sudah dicabut dengan gigi tiruan?

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

drg. Arni Maharani

0 Komentar

Belum ada komentar