Sukses

Mencegah Hamil dengan Metode Ritmik

19 Oct 2014, 16:02 WIB
Pria, 28 tahun.
Melengkapi data sebelumnya Salam hangat klik dokter.. dokter mau tanya? Dok kami sudah berkeluarga ingin mengunakan alat KB yang aman dan tanpa efek samping dengan KB ritmik kalender atau rentang berkala. Yang ingin saya tanyakan dok apabila istri saya men 6 bulan terakhir tanggal awal 04 berakhir tgl 10, 30 berakhir 06, 27 berakhir tgl 02, 24 berakhir 30,19 berakhir tgl 24 dan terakhir bulan tujuh ini tanggal 16 berkhir tgl 21 jika mengunakan siklus panjang dan pendek, pada tanggal berapa kami hubungan seks tidak boleh dilakukan?... MOHON doktor hitung secara rinci saya masih binggung dengan siklus panjang dan pendek. Klik doktor Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Terdapat Metode ritmik untuk mencegah kehamilan tanpa menggunakan alat kontraspesi. Metode Ritmik adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan seksual pada saat siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari ± 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, namun sperma bisa bertahan selama 48 jam setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu pembuahan dapat terjadi apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari (48 jam) sebelum ovulasi dan 1 hari (24 jam) setelah ovulasi. Metode Ritmik dapat terbagi atas :

Metode ritmik kalender atau Pantang Berkala merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang -  11). Siklus menstruasi dicatat selama minimal 3 bulan terakhir, akan lebih baik bila dalam  6 bulan terakhir.

Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.

Siklus haid dihitung jumlah hari dari hari pertama haid sampai hari pertama haid bulan berikutnya. Jika istri Anda haid tanggal 4 januari kemudian haid berikutnya tanggal 30 januari, artinya siklus haidnya 27 hari. SIklus haid istri Anda selama 6 bulan terakhir berturut-turut adalah 27 hari, 29 hari, 26 hari, 27 hari, 28 hari. Jadi masa terpendek 26 hari, dan terpanjang 27 hari. Masa subur:

(26-18) dan (29-11) = 8 dan 18, artinya hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-8 sampai hari ke-18 dari siklus haid (dari hari pertama haid) karena ini merupakan masa subur istri Anda.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar