Sukses

Benjolan di Kemaluan

05 Aug 2014, 10:13 WIB
Wanita, 22 tahun.
Dok saya mau tanya. Di dekat kemaluan saya timbul benjolan. Posisinya tidak di dalam kemaluan, tapi masih di sekitar kemaluan.. Tidak begitu jauh dari selangkangan.. Benjolannya sekitar 1,5 cm dan terasa sakit kalau ditekan.. Tapi tidak sakit kalau saya berjalan, duduk atau buang air kecil.. Hanya sakit kalau disentuh.. Kenapa ya dok? Dan pengobatan apa yang dapat saya lakukan? Saya tidak aktif secara seksual dok.. Terima kasih sebelumnya..

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Bagaimanakah ukuran benjolan tersebut? Bagaimana warna benjolan tersebut, apakah sewarna dengan kulit sekitar atau kemerahan? Apakah benjolan tersebut dapat digerakkan/tidak? Bagaimana konsistensinya, apakah kenyal, padat, lunak, cair?  dimana letak pasti benjolan tersebut, apakah di bibir vagina?

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah bibir vagina. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada bibir vagina:  

  1. Kista Bartholin/abses kelenjar Bartholin. Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul.
  2. Fibroma: tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vagina
  3. Lipoma: tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak.
  4. Sarkoma: tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat.
  5. Adenocarcinoma Bartholin: tumor ganas dari kelenjar Bartholin  
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya disebabkan karena ada infeksi, terutama bila timbul keputihan atau gatal pada vagina.

 

Untuk mengetahui benjolan itu berbahaya atau tidak, diperlukan pemeriksaan ke dokter. Dari pemeriksaan fisik, Dokter akan dapat menduga benjolan tersebut ganas atau tidak. Saran kami adalah Anda  memeriksakan diri ke dokter.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (DK).

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar