Sukses

Biduran Setelah Mandi

20 Oct 2014, 04:22 WIB
Wanita, 43 tahun.
Selamat malam dokter yg baik..dua ltahun alu saya bekerja di Singapore..dl saya ada masalah setelah mandi sore badan malah gatal gatal..kulit seperti alergibiduren. Skrg pun kl selesai mandi badan masih gatal2 tp kulit seperti tidak apa apa.saya beri cooling powder untuk meringankn gatal gatal teh. .dokter apa penyakit saya itu?? Terima kasih atas jawabannya.

 Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikDokter.

Apakah gatal hanya muncul sehabis mandi? Bagaimana gambaran kelainan di kulit yang muncul, apakah bentol atau kemerahan? Penyakit kulit paling baik untuk didiagnosis berdasarkan pemeriksaan langsung karena begitu banyak penyakit kulit yang dapat menunjukkan gambaran serupa. 

Untuk saat ini, kemungkinan besar penyebab keluhan Anda adalah urtikaria atau dermatitis atopik, perlu informasi lebih detail dan pemeriksaan fisik secara langsung untuk membedakannya. 

Penyebabnya tidak diketahui, namun terdapat beberapa faktor yang diduga berpengaruh antara lain:

  • Faktor eksternal: gigitan serangga, kontak dengan pemicu alergi (alergen),  faktor fisik seperti panas, dingin, cahaya.
  • Faktor internal: stres emosional dan faktor psikologis lain
  • Faktor hormon / endokrin
  • Alergi makanan dan obat
  • Infeksi: tonsilitis dan sinusitis kronik
  • Anemia kekurangan zat besi, dan
  • Hingga 80% penderita prurigo memiliki riwayat keluarga dengan dermatitis atopik, asma ataupun alergi.

Kulit merupakan salah satu bentuk pertahanan tubuh terhadap infeksi. Seorang dengan alergi memiliki kulit kering sehingga cenderung lebih rentan terhadap infeksi. Yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Pilih sabun bayi yang mengandung banyak moisturizer/pelembab
  • Gunakan pelembab pada tangan 
  • Hindari penggunaan sabun mandi yang mengandung antiseptik karena akan membuat kulit semakin kering dan gatal
  • Jagalah daerah yang gatal dari garukan atau gesekan
  • Biasakan untuk menggunakan pakaian yang dapat menutupi lengan dan tungkainya dan gunakan pakaian yang menyerap keringat. Hindari pakaian yang memicu gatal seperti bahan wool.

Ada gangguan kulit yang disebut sebagai aquagenic urticaria (alergi air). Aquagenic urticaria merupakan suatu bentuk biduran yang jarang terjadi. Kondisi ini mengakibatkan munculnya gatal atau biduran saat Anda kontak dengan air. Anda juga dapat merasakan sensasi nyeri dan menyengat. Kondisi ini muncul tidak bergantung pada temperatur air, diagnosis banding untuk gangguan kulit ini adalah aquagenic pruritus dan aquadynia. Aquagenic urticaria lebih sering menyerang wanita daripada pria. Penyakit ini paling sering mengenai remaja.

Gejala aquagenic urticaria:

  • Kulit terasa gatal atau nyeri setelah terpapar dengan air.  Bahkan ada yang gejala timbul ketika kulit berkeringat.
  • Dalam 1 hingga 15 menit akan muncul biduran, dan kemerahan di kulit
  • Dalam 10-120menit lesi dapat bertambah dan bisa menyebabkan nyeri.
  • Pada beberapa kasus, gangguan menelan dan pernapasan juga dapat ditemukan.

Banyak yang mengatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh meningkatnya sensitivitas kulit akibat bahan tambahan air seperti klorin. Orang-orang dengan intoleransi laktosa memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Penyakit-penyakit atopi, urtikaria kolinergik, erupsi kulit akibat cahaya, infeksi HIV, sindroma Bernard-soulier juga memiliki kolerasi terhadap timbulnya penyakit ini.

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan 100% gejala. Pengobatan terpenting adalah dengan menghindari pajanan penyebab biduran. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala biduran yang terjadi seperti pemberian antihistamin (antigatal) oral, kortikosteroid topikal, epinefrin(pada keadaan akut), Namun yang terpenting adalah menjaga kesehatan kulit Anda agar keluhan tidak timbul kembali, antara lain dengan memerhatikan faktor-faktor di atas yang diduga berpengaruh. 

Bagaimanapun, hal ini masih merupakan kemungkinan  yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter. Untuk itu, kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut. 

Berikut kami lampirkan artikel sebagain tambahan informasi:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

 
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar