Sukses

Menyembuhkan Mata Minus, Silinder & Kering

18 Oct 2014, 21:44 WIB
Pria, 25 tahun.
Kepada Yth Klik Dokter, pertanyaan yg ingin saya ajukan, bagaimana menyembuhkan mata minus, silender dan mata kering? apakah perlu terapi atau semacamnya, Terima Kasih.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.  Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam.

Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur.Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea  atau lensa yang tidak simetris seperti bola.

Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik. Koreksi astigmatisme dapat dengan menggunakan kaca mata silindris.

Mata sangat tergantung kepada air mata untuk menjaga kelembaban mata dan menjaganya tetap nyaman. Air mata adalah kombinasi dari air untuk pelembab, minyak untuk lubrikasi, mukus, dan antibodi serta protein khusus untuk melindungi mata dari infeksi. Komponen-komponen ini berasal dari kelenjar air mata yang berada di sekitar mata.Ketika terjadi masalah pada kelenjar air mata, seseorang dapat mengalami mata kering atau ' dry eyes'.

Seseorang dengan sindroma mata kering akan mengalami produksi air mata berlebih sebagai kompensasinya. Ketika mata tidak cukup lembab, mata akan mengirimkan sinyal distres terhadap sistim saraf yang akan mengaktifkan kelenjar air mata untuk mengeluarkan cadangannya sebagai kompensasi terhadap mata kering. Namun air mata yang keluar kebanyakan hanya terdiri atas cairan saja dan tidak memiliki kemampuan melembabkan seperti layaknya air mata normal.Hal inilah yang terjadi pada mata anda.

Sindroma mata kering dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

  • proses penuaan terutama saat menopause
  • efek samping obat seperti antihistamin dan pil KB
  • penyakit yang mempengaruhi kemampuan menghasilkan air mata seperti Sjogren's Syndrome, Rematoid Artritis, penyakit kolagen vaskuler
  • gangguan struktur mata atau kelenjar air mata
  • mata kering akibat pengaruh lingkungan : cuaca berangin, AC, cuaca kering/panas

 

 

Mata kering fapat diatasi dengan memberikan tetes air mata buatan, oklusi (penutupan) kelenjar dengan menggunakan punctal plug, tetes mata restasis untuk membantu meningkatkan produksi air mata, dan pakailah kacamata apabila keluar rumah / di jalan untuk mengurangi pajanan terhadap sinar matahari, angin, dan debu.

Untuk informasi lengkap Anda, saya sertakan artikel mengenai: 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

 Salam,


Tim Redaksi KlikDokter


 

    0 Komentar

    Belum ada komentar