Sukses

Belum Haid Setelah Nifas

25 Jul 2014, 11:37 WIB
Wanita, 35 tahun.
dok, saya baru melahirkan kemarin 3 mei 2014, sekarang saya memberikan asi, saya anak sudah 3, anak ke 1 dan ke 2 setiap habis masa nipas ke haid lagi lama, anak ke 1 udah 4 bln baru haid selama 3 bln normal berturut2 lalu tidak haid selama 5 bln haid lagi 3x dalam kurun 2 bulan langsung hamil anak ke 2. anak ke 2 setelah nipas haid lagi udah 14 bulan 2x haid langsung hamil anak ke 3 nah sekarang dari habis masa nipas blm haid lagi. yang ingin saya tanyakan apakah haid saya itu termasuk normal? terus kalau ikut program KB, KB apa yg cocok buat saya? terima kasih atas jawabannya.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. 

Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan hingga alat-alat kandungannya kembali seperti sebelum hamil. Masa nifas ini berlangsung kira-kira 6-12 minggu. Darah yang keluar di masa nifas merupakan pembersihan terhadap sisa-sisa kehamilan. Pada umumnya keluar sampai jangka waktu 40 hari. Setelah masa nifas selesai, diperkirakan fungsi alat-alat reproduksi telah normal kembali seperti sebelum hamil, karena itu menstruasi sudah dapat terjadi lagi. Pada wanita yang tidak memberikan ASI kepada bayinya, 80% akan mendapatkan menstruasinya kemabali dalam 20 minggu setelah melahirkan. Pada wanita yang memberikan ASI kepada bayinya, proses kembalinya menstruasi akan berlangsung lebih lambat. Meskipun demikian, tidak menyingkirkan pula bahwa seorang wanita dapat mengalami menstruasi kembali dalam 1 bulan setelah melahirkan, karena proses menstruasi diatur oleh kadar hormon di dalam tubuh dan hal ini berbeda-beda pada setiap orang.

 

Adapun darah nifas yang keluar sebenarnya dibedakan menjadi 4 tahap yang secara berurutan, yaitu:

  • lokia rubra ( berwarna merah berisi darah segar, jaringan sisa plasenta, dsb) sekitar 1 minggu.
  • lokia sanguelenta (berwarna merah dan berlendir) sekitar 1-2 minggu
  • lokia serosa (berwarna kekuningan) selama 2 minggu, dan

 

  • lokia alba (berwarna putih biasa dan bening) sekitar 6 minggu. Lokia alba merupakan darah nifas yang terakhir keluar, menandakan tahap pemulihan dan hampir berakhirnya masa nifas.

Pada beberapa perempuan ( 13%), lokia dapat keluar hingga 60 hari setelah melahirkan. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari.

Yang perlu dipastikan adalah apakah  Anda sedang hamil atau tidak. Apakah Anda sudah pernah memeriksa tes kehamilan (test pack) akhir-akhir ini? Apakah menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan? Bila benar tidak hamil, apakah makanan anak Anda adalah ASI saja atau hampir semuanya ASI? Bila ya, maka kemungkinan penyebab dari Ibu tidak menstruasi adalah karena faktor menyusui. Hal ini normal terjadi pada ibu yang masih menyusui secara aktif, di mana makanan anaknya dominan adalah ASI. Datangnya menstruasi setelah melahirkan memang dapat memanjang pada ibu yang masih menyusui. Ada juga yang dapat hingga 1 tahun, ada yang lebih lama lagi. 

Jika Anda memberikan ASI ekslusif kepada anaknya selama 6 bulan pertama setelah melahirkan, hal tersebut memang wajar terjadi. Isapan bayi pada payudara ibu saat minum ASI akan menekan hormon-hormon reproduksi lain yang diperlukan untuk terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) dan untuk terjadinya menstruasi. Karena itu, selama ibu memberikan ASI ekslusif, secara otomatis ibu tersebut juga telah menggunakan suatu metode kontrasepsi yang dikenal sebagai metode amenore laktasi (MAL), sehingga dirinya tidak akan hamil lagi selama memberikan ASI ekslusif.

Penggunaan kontrasepsi yang paling baik tergantung dari keadaan setiap pasien. Kontrasepsi yang tidak berefek terhadap tubuh umumnya adalah kontrasepsi mekanik, seperti IUD dan kondom. IUD digunakan dengan memasukkan alat ke dalam kandungan Anda. Sedangkan kontrasepsi hormonal, umumnya memiliki efek samping berupa perdarahan bercak, dan pengaruh terhadap penyakit metabolik seperti tekanan darah. 

Pertama izinkan juga kami menjelaskan tentang berbagai macam KB yang tersedia di Indonesia dan efek sampingnya. Pemilihan KB tidak dapat disamaratakan karena tergantung karakter dan keperluan individu tersebut.

KB Hormonal

KB hormonal suntik, umumnya dapat berupa satu atau tiga bulan sekali suntik. Salah satu efek samping dari KB suntik yang tergolong sebagai KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik tidak mengalami siklus mens. Setiap individu memiliki efek respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. 

KB implan. Alat kontrasepsi bawah kulit atau dikenal juga dengan istilah implant progestin umumnya berupa kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.

Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

 

Munculnya flek seperti haid dan ketidakteraturan siklus menstruasi memang merupakan salah satu efek samping dari kontrasepsi implant. Hal ini umumnya terjadi pada bulan pertama pemakaian dan berlangsung selama 3-12 bulan. Setelah 1 tahun, sekitar 1/3 dari wanita yang menggunakan implant tidak mengalami siklus menstruasi sama sekali. 

Bila Anda tidak nyaman dengan penggunaan KB yang saat ini digunakan maka Anda dapat mengganti metode kontrasepsinya. Pergantian kontrasepsi tentu saja dapat dilakukan jika memang diperlukan, misalkan karena efek samping yang kurang dapat diatasi. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

Kontrasepsi yang paling ideal sejauh ini adalah kondom. Selain dapat mengurangi resiko terpaparnya penyakit menular seksual, efek samping yang dialami oleh baik wanita atau pria hampir tidak ada. Pada wanita penggunaan kondom juga tidak akan mengganggu siklus haid. Namun meskipun baik, kondom juga memilki resiko kegagalan misalnya saat terjadi robekan pada kondom yang dapat berpotensi meningkatkan kehamilan dan faktor kegagalan ini cukup besar.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda: 

Keluarga Berencana 

Pendahuluan KB

Kondom

Pil Kombinasi

Fokus Urus Anak, Tidak Ada Salahnya Pakai Kontrasepsi

3 Trik Cegah Kehamilan dengan Sistem Kalender

Apakah Kondom Baik untuk Vagina?

Kondom Berkualitas Efektif Cegah PMS

Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk penanganan lebih lanjut. 

 

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat. (NO)

 

Salam,

 

TIm Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar