Sukses

BAB Jarang Pada Bayi

19 Oct 2014, 13:20 WIB
Wanita, 28 tahun.
saya mau tanya, anak saya umur 4bulan 9 hari dan pup nya itu bisa 1 minggu baru pup, anak saya konsumsi asi+sufor. berbahayakah dok u' anak saya? terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ijinkan kami mengajukan pertanyaan. Apakah Anda sudah memberikan cukup ASI pada bayi Anda? Karena frekuensi ASI yang kurang tentu akan menyebabkan berkurangnya BAB bayi.

Jika buang air besar frekuensinya hanya sekali dalam seminggu tentu frekuensi BAB bayi termasuk dibawah frekuensi normal. Perlu diperhatikan apakah ada keluhan seperti perut menjadi kembung, BAB berwarna kehijauan, bayi rewel setiap mau BAB. Hal ini menandakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

Ciri kasar yang dapat dijadikan patokan adalah bahwa selama bayi anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi anda tidak rewel maka anda tidak perlu khawatir. Memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk ASI dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi jadi terkadang bayi ASI tidak BAB selama beberapa hari. Sedangkan bayi dengan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. 

Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar.

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter anak. Penurunan frekuensi BAB pada bayi seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras. Namun demikian, penurunan frekuensi BAB pada bayi dapat juga terjadi akibat kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga dapat membantu. (DNA)

Salam,

 

TIm Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar