Sukses

Nyeri Dada Disertai Sesak Nafas

23 Jul 2014, 12:39 WIB
Pria, 16 tahun.
selamat malam dokter. saya mau bertanya, saya sering merasakan dada bagian kiri saya sakit dan jika dada saya sakit nafas saya suka sesak dan tidak teratur, dan jika melakukan sesuatu itu suka mudah lelah. yg saya alami itu kenapa ya dok. terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Terdapat beberapa penyebab nyeri dada dan sesak nafas. Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh jantung. Keluhan seperti yang Anda sebutkan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan nyeri dada yang  Anda rasakan? 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. Bagaimana dengan Anda? 

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang: biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri akan membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Nyeri karena saluran pencernaan: biasanya karena maag/GERD. Gejala berupa rasa asam atau pahit di mulut dan nyeri ulu hati. Nyeri ini berkurang dengan pemberiaan obat lambung atau maag.
  • Nyeri dada karena masalah psikologis

Untuk memastikan sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk dilakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan tambahan dan terapi lebih lanjut.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar