Sukses

Luka Pasca Operasi / Keloid

19 Oct 2014, 22:19 WIB
Wanita, 19 tahun.
Dok saya mau tnya, saya kan hbis operasi usus bntu skitar 3 bulan yg lalu, nah stlh bekas operasi dibuka dan tidak menggunakan perban lg luka jahitan operasi di luar perut saya masih kliatan wajar, pas udh sebulan pasca operasi, bekas jahitan di perut saya kliatan aneh klo mnrt saya, kalo yg saya liat dr tmen2 mrka luka bekas jahitannya mnyatu dgn prut asli, tp knp saya tidak? Malah sprti kulit yg mmbenjol spnjang di bgian jhitan bekas operasi saya. apa yg mmbedakan nya itu dok? Apa dr pnganannya pas operasi itu juga brbeda beda? Saya pakai jahitan operasi yg dr benang hitam itu, apa gara2 itu dok makanya perut saya tdk mnyatu dgn prut asli. Dan apakah saya bisa hamil dgn keadaan perut sprti itu, dikhwtirkan bekas jahitan luar nya itu trbuka kmbli. Trmksh dok
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Bekas luka yang terjadi pada kulit dapat meninggalkan bekas luka yang menghitam (hiperpigmentasi), atau menjadi berkas berwarna putih (hipopigmentasi) atau menjadi jaringan berlebih (keloid). Dari gejala yang Anda sampaikan, bekas luka seperti yang Anda maksud kemungkinan adalah keloid. Munculnya keloid bukan merupakan kesalahan dari dokter, atau benang jahit tetapi itu adalah gangguan genetik.

Bentuk keloid kenyal, mengkilat, dan dapat bervariasi dalam warna seperti merah jambu, merah daging, dan coklat gelap. Keloid tidak ganas, tidak menular, dan biasanya terdapat gejala gatal, nyeri tajam, dan perubahan bentuk. Pada kasus yang parah, dapat menghambat pergerakan dari kulit. Yang sering membingungkan adalah bagaimana cara membedakan keloid dengan jaringan parut bekas luka yang biasa (hypertrophic scar). Hypertrophic scar merupakan pertumbuhan keatas (menonjol) jaringan parut bekas luka yang tidak melebar melewati batas luka.

Proses penyembuhan luka terkadang akan meninggalkan bekas luka seperti keloid atau hanya garis-garis kehitaman atau berupa scar putih. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terbentuknya bekas luka pada seseorang, antara lain kedalaman luka, ukuran luka, lokasi luka dan faktor genetik (keturunan). Jika dalam keluarga Anda terdapat kecenderungan terbentuk keloid pada bekas luka, maka kemungkinan besar bekas luka Anda juga akan membentuk keloid.  Keloid merupakan salah satu jenis dari jaringan parut yang merupakan hasil dari pertumbuhan yang berlebihan dari bekas kulit yang terluka, yang melebihi batas luka itu sendiri. 

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya bekas luka yang tidak diinginkan, seperti keloid atau scar hypertrophic. Masing-masing jenis bekas luka memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Dasar penanganan bekas luka yang menghitam biasanya menggunakan krim, pengelupasan kulit/chemical peeling, mikrodermabrasi ataupun laser. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati keloid adalah penggunaan salep, suntikan steroid, laser, dan operasi. Penyembuhan keloid dengan operasi tingkat keberhasilan nya tergantung kepada masing-masing individu, karena ada yang berhasil hilang namun ada juga yang tidak berhasil dan justru timbul keloid yang lebih besar dari sebelumnya. Sedangkan terapi dengan laser lebih efektif untuk meratakan keloid dan mengurangi kemerahan pada keloid. Terapi suntikan dengan menggunakan steroid harus dilakukan beberapa kali. Sebaiknya didiskusikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin mengenai penanganan keloid yang Anda alami. Berikut Kami berikan artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AK)

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter


 

0 Komentar

Belum ada komentar