Sukses

Akibat Konsumsi Vodka Dicampur Kuku Bima

20 Oct 2014, 01:50 WIB
Pria, 20 tahun.
halo dok,sya ingin bertanya,tahun lalu sya keracunan vodka yg sya cmpur dengan kuku bima,pas kejadian jantung sya jd berdebar kencang,kepala pusing,dan terasa kedinginan,setelah kejadian smpai skarang,trkadang ada wktu dimana nyeri dada saya terasa hingga kepala saya pusing.saya sudah cek ke spesialis jantung tp katany normal.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun sebelum kami menjawab, izinkan kami untuk menanyakan kembali beberapa pertanyaan guna kemudahan analisa kami, antara lain:

  • Apakah Anda masih mengonsumsi alkohol tersebut (vodka) dalam jumlah dan waktu yang rutin?
  • Sudah berapa lamakah Anda mengonsumsi alkohol?
  • Pemeriksaan jantung apa sajakah yang sudah Anda lakukan?
  • Apakah sudah dilakukan pemeriksaan EKG/profil lipid seperti kolesterol/HDL/LDL/Trigliserida?
  • Bagaimana dengan nyeri dada yang Anda alami; Apakah nyeri tersebut menjalar? Atau bagaimana sifat nyerinya, apakah timbul sewaktu beristirahat atau beraktivitas?

Sebelum menjelaskan lebih jauh, izinkan kami untuk menjelaskan apa itu dan bagaimana sifat dari kedua masing-masing minuman tersebut serta dampak yang ditimbulkan bagi kesehatan tubuh manusia. 

Minuman Beralkohol

Mengenai kategori minuman beralkohol, terdapat 3 jenis minuman beralkohol atau minuman keras, yaitu:

  • bir,
  • minuman anggur dan
  • spiritus.

Masing-masing dengan kadar etanol berbeda-beda. Spiritus dan vodka mengandung etanol yang telah mengalami proses pemurnian dan berada dalam kadar  yang lebih tinggi.

Dampak konsumsi minuman beralkohol jangka pendek dapat menyebabkan keracunan dan dehidrasi. Etanol merupakan bahan kimia yang dapat memberikan efek depresi sistem saraf pusat sehingga dalam jangka panjang, konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan gangguan pada otak dan juga hati serta dapat menyebabkan kecanduan yang sulit untuk diatasi. Konsumsi alkohol juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai kanker pada sepanjang saluran pencernaan dan juga kanker payudara. (baca: Gangguan Tubuh Akibat Minuman Beralkohol).

Berbeda lagi dengan minuman keras oplosan. Miras oplosan merupakan campuran antara minuman beralkohol dengan berbagai bahan lain yang dicampur dengan takaran sembarangan sehingga dapat menyebabkan efek samping beragam, yang tersering adalah keracunan. Minuman beralkohol yang sering digunakan biasanya adalah vodka, minuman anggur dan bir. Bahan-bahan yang sering dicampurkan adalah spiritus, metanol, minuman berenergi, minuman bersoda, dan obat-obatan.

Bagaimana dengan minuman berenergi? Berikut penjelasannya:

 

Minuman Berenergi

Energi yang dihasilkan umumnya bukan berasal dari kalori yang terkandung dalam minuman namun lebih berasal dari kandungan zat di dalamnya. Komponen utama minuman energi adalah

  • kafein;
  • asam amino seperti taurin, inositol, L-karnitin;
  • herbal seperti ginseng;
  • ganggang seperti spirulina ataupun chlorella; royal jelly ataupun BeePollen;
  • Vitamin B kompleks; mineral seperti kromium;
  • Bahan tambahan pangan seperti pewarna, pemanis yang diizinkan menurut UU.

Asam amino dalam minuman berenergi bertujuan untuk membantu metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh menggunakan asam amino untuk membuat enzim dan protein lain. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein dalam makanan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh.  Sedangkan kandungan vitamin B1, B2, B3, B5, B6, biotin, dalam minuman energi berperan pada proses penyediaan energi.

Adakah efek minuman berenergi? Berikut penjelasannya:

Adakah Efek Minuman Berenergi?

 

Kafein telah dikategorikan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, sebagai asupan yang tergolong aman yang diformulasikan dalam minuman energi dengan syarat jumlah yang dikonsumsi maksimal 300 mg per hari atau setara dengan tiga cangkir kopi sehari. Kafein memiliki efek stimulan yang dapat membuat tubuh lebih segar. Zat ini merangsang susunan saraf pusar sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih, lebih cepat reaksinya, tidak mudah mengantuk ataupun lelah serta dapat meningkatkan kecepatan metabolisme terutama metabolisme energi dalam tubuh.

Berbagai efek fisik dan psikis dapat dihasilkan dari minuman jenis ini. Dua buah penelitian melaporkan bahwa terdapat perbaikan baik secara mental dan kognitif serta kewaspadaan individu setelah megonsumsi minuman energI.

Minuman energi dapat membantu dalam menjaga kesehatan dan mengatasi kelelahan, mengembalikan dan meningkatkan stamina tubuh. Sekaligus, meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan bila mengandung stimulan dalam jumlah aman. Minuman ini juga  mengandung vitamin yang berperan pada proses penyediaan energi.

Namun pernahkan kita bertanya mengenai keamanan minuman tersebut? Adakah pengaruh dari zat yang terkandung di dalam minuman berenergi yang dapat berakibat buruk bagi badan kita? Berikut penjelasannya:

Berbahayakah Minuman Berenergi?

 

Mengonsumsi terlalu banyak minuman energI dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti euphoria (senang berlebihan), serta diikuti dengan agitasi (gelisah), kecemasan, dan sulit tidur.  Kombinasi antara kafein dan glukosa (gula) dalam minuman energi meningkatkan efek kerja sinergi guna menambah tenaga.

 

Sebuah riset yang dimuat dalam Journal General Dentistry, menyatakan, minuman energi juga memiliki dampak negatif. Minuman ini tidak hanya memiliki tingkat keasaman (pH) yang dapat merusak gigi. Namun, tingkat buffering atau kemampuan minuman dalam menetralisir asam juga dapat menimbulkan efek negatif pada gigi.

Mengenai pertanyaan Anda, berbahayakah minuman berenergi dicampur alkohol? Berikut penjelasannya:

Berbahayakah Vodka Campur Minuman Berenergi?

 

Minuman berenergi, minuman bersoda ataupun obat-obatan apapun  yang dicampur dengan minuman keras dapat menyebabkan interaksi bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko keracunan. 

Kami tidak dapat memastikan apakah penyebab dari keluhan yang Anda alami, namun kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh konsumsi alkohol pada masa lampau yang Anda sebutkan. Namun dibutuhkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam guna penanganan lebih lanjut.

Berikut kami sertakan beberapa artikel untuk Anda:

Liver Melintir Karena Minum Bir

Alkohol dan Penyakit Jantung

Bermaut Ria Dengan Miras Oplosan

Jauhi Kafein, Alkohol dan Rokok Demi Kesuburan

Tingkat Alkohol & Tembaga dalam Tubuh

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar