Sukses

Memilih Kontrasepsi Yang Tepat

16 Jul 2014, 13:46 WIB
Wanita, 37 tahun.
Ass dokter sy minta saranx saya ini udah punya 3 anak 2 cewe 2 cowok 1 waktu anak bungsu sy lahir setelah 40 sy pakai spiral yang jangka 5 thn setelah 3 tahun pemakaian sy terkena keputihan 2 8 disertai gatal lalu dibersihkanlah sama dokter 2 minggu kemudian sy kesakitan jikalau buang air kecil sangat sakit saya kemudian kedokter kembali dokter blg sy inpeksi radang panggul lalu sy minta spiral sy dilepas saja.dokter blg kalau sdh radang panggul tdk boleh lagi pakai spiral.jadi disarankan memakai susuk cmn sy takut dok katanya susuk bisa masuk ke pembuluh darah kata tmn saya.kb apa dok yang baik sy pakai lebih aman karana sy tdk mau lagi hamil

Terima kasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Penggunaan kontrasepsi yang paling baik tergantung dari keadaan setiap pasien. Kontrasepsi yang tidak berefek terhadap tubuh umumnya adalah kontrasepsi mekanik, seperti IUD dan kondom. IUD digunakan dengan memasukkan alat ke dalam kandungan Anda. Sedangkan kontrasepsi hormonal, umumnya memiliki efek samping berupa perdarahan bercak, dan pengaruh terhadap penyakit metabolik seperti tekanan darah. 

Pertama izinkan juga kami menjelaskan tentang berbagai macam KB yang tersedia di Indonesia dan efek sampingnya. Pemilihan KB tidak dapat disamaratakan karena tergantung karakter dan keperluan individu tersebut.

KB Hormonal

KB hormonal suntik, umumnya dapat berupa satu atau tiga bulan sekali suntik. Salah satu efek samping dari KB suntik yang tergolong sebagai KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik tidak mengalami siklus mens. Setiap individu memiliki efek respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. 

KB implan. Alat kontrasepsi bawah kulit atau dikenal juga dengan istilah implant progestin umumnya berupa kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.

Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

Munculnya flek seperti haid dan ketidakteraturan siklus menstruasi memang merupakan salah satu efek samping dari kontrasepsi implant. Hal ini umumnya terjadi pada bulan pertama pemakaian dan berlangsung selama 3-12 bulan. Setelah 1 tahun, sekitar 1/3 dari wanita yang menggunakan implant tidak mengalami siklus menstruasi sama sekali. 

Bila Anda tidak nyaman dengan penggunaan KB yang saat ini digunakan maka Anda dapat mengganti metode kontrasepsinya. Pergantian kontrasepsi tentu saja dapat dilakukan jika memang diperlukan, misalkan karena efek samping yang kurang dapat diatasi. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

Kontrasepsi yang paling ideal sejauh ini adalah kondom. Selain dapat mengurangi resiko terpaparnya penyakit menular seksual, efek samping yang dialami oleh baik wanita atau pria hampir tidak ada. Pada wanita penggunaan kondom juga tidak akan mengganggu siklus haid. Namun meskipun baik, kondom juga memilki resiko kegagalan misalnya saat terjadi robekan pada kondom yang dapat berpotensi meningkatkan kehamilan dan faktor kegagalan ini cukup besar.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda: 

Keluarga Berencana 

Pendahuluan KB

Kondom

Pil Kombinasi

Fokus Urus Anak, Tidak Ada Salahnya Pakai Kontrasepsi

3 Trik Cegah Kehamilan dengan Sistem Kalender

Apakah Kondom Baik untuk Vagina?

Kondom Berkualitas Efektif Cegah PMS

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar