Sukses

Perih Vagina & Bercak Darah Setelah Berhubungan

19 Oct 2014, 18:41 WIB
Wanita, 26 tahun.
Salam sejahtera dan selamat siang Dokter saya ingin tanya apakah berhubungan intim yang jarang misal 1-2 minggu 1x, vagina akan kembali rapat dan jika bercinta akan kembali robek, perih sampai berhari-hari, wajar kah ini??? Tidak berdarah banyak hanya bercak sedikit,, Jika di bagian dalam becek apakah tidak berpengaruh pada bagian luar?? Dokter spesialis disini.menyarankan untuk tidak berhubungan sampai iritasi bagian dalam vagina sembuh total, tapi saya memaksakan untuk melayani suami, setelahnya penderitaan buat saya,,, berapa lama waktu yang di butuhkan untuk penyembuhan total iritasi pada bagian dalam vagina? Dokter disini hanya bilang iritasi terjadi karena keputihan yang menahun dan tidak di bersihkan sehingga sedikit atau hampir menyumbat saluran reproduksi,,, Apakah benar dok?? Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri saat berhubungan intim di dunia medis dikenal dengan dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
  • Kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
  • Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  • Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  • Infeksi pada vagina
  • Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
  • Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Jadi penyebab dari dispareunia itu bermacam-macam. Untuk nyeri pada penetrasi dalam, umumnya dapat disebabkan karena infeksi, peradangan panggul, atau endometriosis. Jarangnya intensitas dalam berhubungan intim tidak dapat merapatkan kembali vagina. 

Beberapa saran yang dapat diberikan untuk membantu mencegah nyeri  tersebut antara lain :

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka. 
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin Anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah Anda saat ini.
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina. 

Mengenai darah yang keluar dari vagina Anda bisa disebabkan oleh berbagai penyebab, bisa saja dikarenakan luka pada organ kemaluan Anda pada daerah kemaluan Anda. Bila perdarahan terus menerus terjadi maka kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat mengenai kondisi yang Anda alami. Memang sebaiknya disaat Anda masih merasakan perih dan nyeri tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu, untuk menghindari adanya infeksi sekunder (tambahan). 

Mengenai pendapat dokter Anda mengenai iritasi yang disebabkan oleh keputihan yang menahun dan menyumbat saluran reproduksi bisa benar adanya, tentunya dokter tersebut menegakkan diagnosa berdasarkan pemeriksaan fisik yang sudah dilakukan pada Anda.

Jika keluhan yang dirasakan semakin mengganggu kami sarankan Anda segera konsultasi kembali ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan terapi optimal.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat (DNA)

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar