Sukses

Berpuasa Saat Hamil & Keluhan Mual

18 Oct 2014, 13:42 WIB
Wanita, 24 tahun.
Dok, saya tlh positif hamil, hpht tgl 14 Mei 2014, dan sekarang saya masih menjalani ibadah puasa, bagaimana cara mengatasi mual selama puasa dok? apalagi skrg sya sdg batuk, dan setiap batuk saya sering muntah, selain itu perut bgian bawah srg nyeri sperti akn haid, apakah tidak apa2 untuk janin saya dok?? terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena perubahan hormonal yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon.

Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari namun memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama, dengan gejala muntah yang mengganggu sebesar 52%.

Menjalankan ibadah puasa memang merupakan suatu kewajiban bagi seluruh muslim. Namun ada kalanya seorang perempuan diberikan keringan untuk tidak berpuasa demi kesehatannya. Salah satunya adalah kehamilan. Sebelum memutuskan boleh/tidaknya seorang ibu hamil berpuasa, perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung. Berpuasa saat hamil trimester pertama (1-13 minggu) merupakan sesuatu yang berat dan tidak dianjurkan, mengingat banyaknya keluhan yang dialami ibu hamil sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan hormonal tubuh. Selain itu, trimester pertama merupakan masa-masa penting dalam suatu kehamilan di mana sedang terjadi pembentukan organ-organ janin sehingga asupan nutrisi ibu harus terpenuhi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya.

Usia kehamilan Anda saat ini masih berada di trimester satu, sehingga menjalani puasa bisa menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan. Namun apabila Anda saat ini dalam keadaan sehat, tidak mengalami muntah berlebih, kondisi kehamilan dan janin dalam keadaan sehat, merasa dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, dan telah mendapatkan izin dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda, maka puasa dapat dijalankan seperti biasa. Yang penting Anda harus konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungannya secara teratur untuk memantau kondisi ibu dan kehamilannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah:

  1. berat badan Anda harus tetapi baik sekitar 0,5 kg setiap minggunga. Bumil harus menghentikan puasa apabila berat badannya terus mengalami penurunan
  2. Anda tidak boleh merasa lemas sekali, di mana kadar gula darah kemungkinan menjadi sangat rendah. Pada keadaan ini bumil harus segera menghentikan puasanya
  3. Gerakan janin harus tetap sering dan tidak mengalami perubahan. Apabila terdapat penurunan gerak janin atau dirasa tidak seaktif biasanya meski sudah dirangsang (berbaring miring dan mengelus perut), maka disarankan untuk segera berbuka dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.
  4. Asupan makanan yang cukup saat sahur dan berbuka, bila perlu ditambahkan saat tengah malam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan ibu
  5. Suplemen dapat diberikan apabila diperlukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Mual saat kehamilan bisa diatasi dengan asupan makan sedikit demi sedikit. Keluhan nyeri dibawah perut bisa diakibatkan tekanan berulang karena Anda batuk. Kami sarankan Anda konsultasi langsung dengan dokter Anda

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (DNA)

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar