Sukses

Berhubungan Intim Saat Haid

07 Jul 2014, 04:45 WIB
Wanita, 38 tahun.
mat malam dokter... 1.saya kan udah nikah apa bisa berhubungan badan kalau masih punya haid? 2.dokter kenapa di saat saya berhubungan badan kadangkala saya merasa sakit?dan juga suami saya bisa merasakan ada sesuatu di dalamya? Itu saja dulu dokter..gimana apa nda apa2?

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami akan coba menjawab pertanyaan Anda. 

1.Saya kan udah nikah apa bisa berhubungan badan kalau masih punya haid?

Berhubungan intim di kala haid sendiri umumnya tidak dianjurkan dari segi medis. Dari segi medis hal ini disebabkan oleh beberapa hal :

  • darah yang keluar ketika haid merupakan media yang sangat baik bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini mengarah kepada mudahnya terjadi infeksi pada wanita yang sedang haid (apabila mereka melakukan hubungan intim). Infeksi ini merupakan bagian dari Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat berujung kepada gangguan sistim reproduksi atau gangguan kesuburan
  • ketika berhubungan intim di kala haid, darah menstruasi yang seharusnya keluar menjadi tertahan. Hal tersebut dapat menyebabkan aliran balik darah haid dan bisa mencapai saluran tuba, indung telur, bahkan peritoneum (rongga perut) dan merupakan faktor risiko terjadinya endometrosis

 

  • Saat haid, vagina akan menjadi lebih sensitif. Gesekan yang terjadi saat penetrasi akan mudah menimbulkan rasa nyeri dan perlukaan vagina. Perlukaan ini akan memudahkan kuman masuk dan menyebabkan infeksi


2. Dokter kenapa di saat saya berhubungan badan kadangkala saya merasa sakit?dan juga suami saya bisa merasakan ada sesuatu di dalamya?

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Tentunya hal ini sangat mengganggu bagi pasangan suami istri. Dispareunia (nyeri saat berhubungan intim) ini dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
  2. Kurang 'foreplay' atau 'pemanasan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
  3. Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  4. Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  5. Infeksi pada vagina
  6. Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri]
  7. Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Cara mengatasinya adalah:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina.

  • Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini.

  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina.

Apabila keluhan nyeri saat berhubungan intim berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, berkonsultasilah ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)
Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar