Sukses

Pasca Operasi Kolostomi

18 Oct 2014, 13:39 WIB
Wanita, 27 tahun.
Selamat siang, Saya mau konsultasi dok... Bapak saya 2 thn yll sekitar bulan Juli 2012 operasi tumor di usus besarnya, dan di buat kolostomy. Pasca operasi kondisi drop sampe 2 bln tdk bisa bangun dr tempat tidur, mgkin karena syock dengan kondisi kolostomy & sakitnya. Setelah bisa bangun, beliau kontrol ke RS tempat operasi dan diharuskan di kemo. Karena mendengar dr cerita2 berbagai pihak akibat2 kemo (kondisi drop melebihi kondisi dia pasca operasi, kerontokan rambut, lemah dll) akhirnya bapak saya jd takut dikemo sampai detik ini, Dan Sampai sekarang tidak pernak konsul ke dokter lg. Karena sudah jenuh dengan kondisinya yg harus pakai plastik kolostomy, tidak percaya diri kalau ada perkumpulan dll dia memutuskan untuk penutupan kolostomy. Yang mau saya tanyakan, apakah tidak apa2 kl bapak saya langsung operasi penutupan kolostomy krn jarak pembuatan kolostomy 2 thn yll dan bpk sya tdk pernah kontrol dgn kondisinya. Kl misal mau kontrol harus di dokter apa ya? soalnya bpk sya tdk punya langganan dokter yg tetap, kalau sakit biasanya ke dokter2 umum biasa. Saya & keluarga juga binggung apa yg harus dilakukan. Mohon pencerahannya dokter... terimakasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mengenai pertanyaan Anda apakah tidak apa-apa dilakukan operasi penutupan kolostomi ? kami tidak dapat memberikan jawaban pasti karena diperlukan pemeriksaan fisik lebih lanjut pada daerah kolostomi tersebut. Kolostomi yaitu menyambungkan ujung usus besar ke lubang yang dibuat dikulit perut sehingga tinja keluar dari lubang tersebut. Perawatan yang penting dilakukan adalah menjaga kebersihan kulit di sekitar kolostomi. Bila tidak, kulit di sekitarnya dapat lecet dan sulit sembuh. Dengan perawatan yang baik, maka stoma tersebut dapat berfungsi untuk waktu lama. Kami sarankan ayah Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis bedah umum agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan mendapatkan terapi yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)
Salam,


Tim Redaksi Klikdokter. 

0 Komentar

Belum ada komentar