Sukses

Ingin Hamil

10 Jul 2014, 18:52 WIB
Wanita, 31 tahun.
Saya sdh mnikah hmpir8thn.dan mslhya Pco yg tdk brkmbng.saya jg sdh prnah insem,tp sblm insem diindksi dulu pake gonalF slma 9sntikan.smpe kepnch sel telr.smuanya rsnya sdh perfk.tp trnyt ggal,dan malh sya jth sakit akbt hiprstimulasi.dan itu sngt menakutkan.tp stlh 1bln saya insem saya cek lg kedktr yg sama,sel tlrnya msh ada yg besar dan dokternya menyrnkan utk progrmnya scra natural(tanpa insem)ternyata ggl jg.ya...mensnya memang ngga trtur,ada jg bulu2,trus susah tdr.saya sdh tdk tau lg hrs usaha apa.mhon bmbingannya.(oh iya dok,sblmnya saya jg knsmsi mtfrmin.dan trkhr doktr saya mnggntinya dngn inlacin).

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah gangguan yang ada pada Anda adalah PCOS? Jika iya, izinkan kami membahas mengenai Policystic Ovary Syndrome.

Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya. 

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS mepengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, diperlukan terapi hormonal lainnya (seperti obat kontrasepsi oral), metformin, obat penyubur (clomiphene) yang dapat diberikan oleh dokter. Selain itu dapat juga dilakukan terapi Laparoscopic ovarian drilling (LOD) yaitu operasi sederhana yang menggunakan laser/panas untuk menghancurkan jaringan ovarium yang memproduksi androgen, seperti testosteron. Kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. 

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi buah hati.

Kami sertakan artikel:

Merencanakan Kehamilan 

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Statin Dapat Menurunkan Gejala Sindrom Polikistik Ovari


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (DNA)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter. 

0 Komentar

Belum ada komentar